Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDEKS MSCI: India & Brasil Dorong Emerging Market ke Level Tertinggi

BISNIS.COM, JAKARTA--Bursa negara berkembang naik ke level tertinggi selama delapan pekan, seiring derasnya arus modal asing yang mendorong saham-saham India dan para pembangun rumah yang terus mencetak keuntungan di Brazil.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 08 Mei 2013  |  06:30 WIB
INDEKS MSCI: India & Brasil Dorong Emerging Market ke Level Tertinggi
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Bursa negara berkembang naik ke level tertinggi selama delapan pekan, seiring derasnya arus modal asing yang mendorong saham-saham India dan para pembangun rumah yang terus mencetak keuntungan di Brazil.

Indeks MSCI Emerging Market menguat 0,6% ke 1.052,48, level tertinggi sejak 12 Maret. Indeks memangkas penurunan tahun ini menjadi 0,3% setelah adanya data pemesanan pabrik di Jerman yang melonjak secara tidak terduga untuk bulan kedua pada Maret. Hal itu menunjukkan perekonomian Eropa mulai kembali tumbuh.

“Berita dari Jerman dapat melawan arus, jika tidak membalikkan tren, dari perkiraan pertumbuhan ekonomi. Itu dapat berdampak kepada sentimen pasar,” ujar Portfolio Manager Boston Advisors LLC James Gaul, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks sektor keuangan dan energi dalam indeks bursa negara berkembang naik paling tinggi diantara 10 sektor yang ada, setidaknya 1%.

Saham ICICI Bank Ltd menguat tajam dalam dua minggu, saham Malaysia melanjutkan penguatannya setelah Perdana Menteri Najib Razak menang dalam pemilu.

Saham OAO Sberbank melesat ke harga tertinggi selama hampir dua bulan. Sementara itu saham Gafisa SA mendorong indeks Brazil Ibovespa ke level tertinggi dalam enam pekan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks msci bursa emerging market

Sumber : Bloomberg

Editor : Yoseph Pencawan - nonaktif
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top