Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR GLOBAL: Tekanan Emerging Market Mereda, ECB Lanjutkan Pengetatan Moneter

Berita terkait proyeksi bursa negara berkembang serta kemitraan Nissan-Renault menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Rabu (28/11/2018).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2018  |  09:25 WIB
KABAR GLOBAL: Tekanan Emerging Market Mereda, ECB Lanjutkan Pengetatan Moneter
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait proyeksi bursa negara berkembang serta kemitraan Nissan-Renault menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Rabu (28/11/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:         

Berharap Tekanan Mereda. Setelah memulai awal tahun ini dengan penguatan, arah pergerakan saham di pasar negara berkembang (emerging market) terus berbalik melemah. Namun demikian, awan kelam yang menyelimuti pergerakan pasar modal emerging market diprediksi mulai berkurang pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Pengganti Ghosn Dibahas Pekan Ini. Seorang eksekutif senior di Mitsubishi Motors Corp. menilai bahwa aliansi antara Nissan Motor Co. dan Renault SA dapat selamat dari pergolakan manajerial. (Bisnis Indonesia)

ECB Tetap Lanjutkan Rencana Pengetatan Moneter. Hilangnya momentum pertumbuhan ekonomi di zona euro dianggap normal dan tidak cukup kuat untuk menghentikan langkah pengetatan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB). (Bisnis Indonesia)

Ancaman Baru Konflik Rusia-Ukraina. Hubungan Rusia dengan Ukraina memanas lagi. Bahkan Ukraina memberlakukan darurat militer selama 30 hari di beberapa bagian negara yang paling rentan terhadap serangan dari Rusia setelah Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengingatkan ancaman “sangat serius” dari invasi darat Rusia. (Kontan)

Kapitalisasi Apple dan Microsoft Makin Dekat. Setelah tiga bulan bercokol menjadi pemakai mahkota dengan nilai di atas US$1 triliun, kinerja saham Apple melorot pada awal November lalu. Tak cuma melorot ke level US$800-an miliar, pada periode perdagangan Senin (26/11), Apple sempat menyerahkan mahkota ke Microsoft. (Kontan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa emerging market Carlos Ghosn
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top