Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HARGA EMAS Pekan Depan Tak Terprediksi

BISNIS.COM, LONDON--Para pedagang emas belum dapat menentukan harga emas untuk pekan depan, apakah akan naik, atau justru turun ke titik terendah sejak 2008 karena adanya dua stimulus yang terjadi yakni ekonomi mulai membaik dan bank sentral membeli
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 06 April 2013  |  08:50 WIB

BISNIS.COM, LONDON--Para pedagang emas belum dapat menentukan harga emas untuk pekan depan, apakah akan naik, atau justru turun ke titik terendah sejak 2008 karena adanya dua stimulus yang terjadi yakni ekonomi mulai membaik dan bank sentral membeli utang lebih banyak.

Sebanyak 12 analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga emas akan naik pada pekan depan dan jumlah yang sama mengatakan akan merosot. Sementara 3 lainnya netral.


Harga Emas merosot ke level terendah dalam 10 bulan yakni US$1.540,29 per ounce, kemarin. Investor juga telah menjual senilai US$9,7 miliar dari bursa perdagangan produk sejak kepemilikan mereka mencapai rekor pada 20 Desember.

Sementara itu, Hedge fund memotong taruhan pada harga yang lebih tinggi sebesar 70% sejak Oktober.


Credit Suisse Group AG dan Goldman Sachs Group Inc mengatakan reli emas pada 12 tahun terakhir kemungkinan akan berakhir sejalan dengan pulihnya ekonomi global.

Namun, Commerzbank AG berpendapat terlalu dini untuk mengatakan reli akan berakhir. Standard Bank Plc harga memperkirakan harga emas akan naik tahun ini akibat stimulus bank sentral dan suku bunga yang mencapai rekor terendah memicu permintaan untuk aset aman.

Kemarin, Bank of Japan mengatakan akan melipatgandakan pembelian obligasi bulanan untuk meningkatkan perekonomian.

"Pendorong utama di balik kelemahan emas tahun ini telah menjadi fokus pada pertumbuhan global dan itu berarti rotasi dari aset defensif seperti emas," kata Joni Teves, seorang analis di UBS AG di London, Sabtu (6/4).

"Bank-bank sentral terus mengejar kelonggaran kebijakan moneter  dan menciptakan lingkungan yang masih mendukung untuk emas," tambahnya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Jum'at (5/4/2013) pukul 7:21:29 pagi waktu Jakarta, terus berfluktuasi dan naik US$0,90 per ounce atau US$0,03 per gram ke level US$1.552,90 per ounce atau US$49,93/gram, untuk kontrak Juni 2013.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas antam aneka tambang

Sumber : Bloomberg

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top