Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TATA NIAGA HORTIKULTURA: Aturan Baru Dianggap Terlalu Liberal

BISNIS. COM: JAKARTA--Aturan baru tata niaga produk hortikultura dipandang terlalu liberal, sehingga semua orang bebas melakukan impor komoditas itu, meskipun selama ini tak semua importir terjun dalam bisnis tersebut.Akibatnya, izin impor tersebut rawan
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 26 Maret 2013  |  01:59 WIB
TATA NIAGA HORTIKULTURA: Aturan Baru Dianggap Terlalu Liberal
Bagikan

BISNIS. COM: JAKARTA--Aturan baru tata niaga produk hortikultura dipandang terlalu liberal, sehingga semua orang bebas melakukan impor komoditas itu, meskipun selama ini tak semua importir terjun dalam bisnis tersebut.

Akibatnya, izin impor tersebut rawan disalah gunakan atau kuota impor dijual kepada pihak lain. Pemerintah diharapkan melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

Ketua Komisi IV DPR RI Romhurmuziy menyampaikan bahwa dengan aturan tata niaga holtikultura baru banyak importir dadakan yang mengajukan izin impor, meskipun mereka bukan pada bidangnya.

"Ada perusahaan forwading, bengkel motor, dan lainnya yang menjadi importir dadakan. Parahnya mereka diberikan izin karena dinilai memenuhi syarat untuk melakukan impor," ujarnya di sela-sela rapat
dengan asosiasi importir hortikultura di Gedung DPR,  Senin (25/03) sore.

Hal senada disampaikan Ahmad Widodo, pedagang Pasar Induk Kramat Jati. Menurutnya, banyak importir yang latar belakangnya bukan pedagang, sehingga dalam penjulan rentan terhadap gejolak harga.

"Mekanisme impor sudah kacau. Biasa impor kayu bisa ikut impor buah. Impor daging ikut impor buah. Akhirnya seperti ini," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia Piko Nyoto Setiadi setuju tata niaga dilakukan, tetapi realisasinya harus benar-benar diawasi agar misi perlindungan terhadap petani lokal terjadi. "Kami setuju dilakukan tata niaga. Tapi, itu harus diawasi."  (if)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor buah produk hortikultura

Sumber : Hendri T. Asworo

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top