BISNIS.COM, JAKARTA -- Hingga pertengahan Maret ini, PT Elnusa Tbk (ELSA) sudah mengantongi kontrak US$154 juta atau 47% dari target kontrak tahun ini sebesar US$327 juta.
Sekretaris Perusahaan Elnusa Fajriyah Usman mengatakan kontrak tersebut paling banyak masih dari pekerjaan perawatan sumur minyak (oil field services) dari PT Total E&P Indonesie.
“Dari value kontrak US$154 juta yang akan kami kerjakan tahun ini sebagian besar dari oil field services, mostly dari Total di Blok Mahakam,” ujarnya ketika ditemui usai RUPS Luar Biasa Elnusa di kantornya, Kamis (14/3/2013).
Selama ini, Elnusa melayani perusahaan migas nasional mau pun internasional, termasuk Pertamina Group, Total E&P Indonesie, Chevron, dan Vico Indonesia. Tahun ini, selain kontrak dengan Total, Elnusa masih melanjutkan kontrak dengan Vico.
“Kontrak dengan Chevron untuk seismik di Papua akan berakhir Maret ini. Sementara, kontrak dengan Vico ada perpanjangan sampai dengan akhir tahun ini, yaitu kontrak drilling di Kalimantan dengan menggunakan modular rig,” ujarnya.
Secara total dari kontrak yang sudah didapatkan sebesar US$154 juta, sebanyak 70%-nya adalah carry over tahun lalu. Fajriyah menjelaskan secara umum perseroan mengerjakan tiga pekerjaan utama di bidang jasa hulu migas, yaitu seismik, pengeboran (drilling), dan oil field services atau jasa pemeliharaan sumur minyak.