Mayoritas saham Menguat, Indeks S&P 500 Naik Ke Level Tertinggi

NEW YORK--Mayoritas saham AS naik pada penutupan perdagangan kemarin, menghantarkan indeks S&P 500 ke level tertinggi sejak 2007 karena investor memertimbangkan laporan ekonomi dan pidato Presiden AS Barack Obama.Saham General Electric Co. naik 3,6%

NEW YORK--Mayoritas saham AS naik pada penutupan perdagangan kemarin, menghantarkan indeks S&P 500 ke level tertinggi sejak 2007 karena investor memertimbangkan laporan ekonomi dan pidato Presiden AS Barack Obama.

Saham General Electric Co. naik 3,6% setelah menyetujui untuk menjual saham yang tersisa di NBC Universal kepada Comcast Corp senilai US$16,7 miliar. Saham Comcast, perusahaan kable AS terbesar, sendiri melonjak sebesar 3%.

Saham-saham sektor ritel di S&P 500 mengalami penaikan setelah data pemerintah menunjukan pembelian meningkat pada Januari untuk bulan ketiga berturut-turut.

Namun saham McDonald's Corp tercatat turun 1,2% setelah Obama mengumumkan rencananya untuk meningkatkan upah minimum.

Indeks S&P 500 naik tipis 0,1% ke level 1.520,33 pada pukul 4 sore di New York. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 35,79 poin atau 0,3% ke level 13.982,91. Sebanyak 4 saham mengalami penaikan untuk setiap tiga saham yang turun di bursa AS, dengan sekitar 6 miliar saham diperdagangkan atau 2,9% di bawah rerata 3 bulan.

"Saya fikir bias itu secara konsisten membuat hijau layar," kata Mark Luschini, Kepala Analis Investasi Janney Montgomery Scott LLC yang berbasis di Philadelphia seperti dikutip Bloomberg, Kamis (14/2).

"Kami tidak mendengar perbedaan apa-apa yang mengejutkan dari pidato Obama yang akan menarik antusiasme investor untuk keluar dari pasar saham," tambahnya.

Indeks S&P 500 tercatat telah reli sebesar 6,6% pada 2013 seiring parlemen AS yang menyetujui kompromi anggaran. Reli tersebut lebih dari dua kali sejak posisi terbawahnya pada Maret 2009 seiring kebijakan Fed yang melakukan pembelian obligasi dalam 3 putaran untuk menurunkan suku bunga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Achmad Aris
Editor : Others

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper