BACKDOOR LISTING NORTHSTAR: Centrin Minta Restu Pemegang Saham

JAKARTA--Emiten penyedia internet PT Centrin Online Tbk akan meminta restu kepada pemegang saham terkait aksi backdoor listing yang akan dilakukan oleh Northstar Group terhadap saham emiten berkode CENT itu.Berdasarkan surat panggilan rapat umum pemegang
Arif Budisusilo
Arif Budisusilo - Bisnis.com 08 Januari 2013  |  16:02 WIB

JAKARTA--Emiten penyedia internet PT Centrin Online Tbk akan meminta restu kepada pemegang saham terkait aksi backdoor listing yang akan dilakukan oleh Northstar Group terhadap saham emiten berkode CENT itu.

Berdasarkan surat panggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dirilis perseroan, Selasa (8/1), RUPSLB akan digelar pada Rabu (23/1) di Hotel Manhattan Kuningan Jakarta.

Dalam aksi backdoor listing kali ini, sebagaimana tercantum dalam prospektus rights issue tertanggal 26 November 2012, managemen perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,85 miliar lembar saham baru atau 92,31% dari total modal ditempatkan dan disetor pascarights issue.

Bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini adalah Clover Universal Enterprise Ltd, perusahaan investasi berbasis di British Virgin Islands yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Northstar Euity Partners III Limited, perusahaan investasi milik Patrick Waluyo.

Selanjutnya, sebagian besar dana yang diperoleh dari hasil rights issue akan digunakan Centrin Online untuk mengakuisisi 100% saham perusahaan menara PT Retower Asia, yang sahamnya secara tidak langsung dimiliki oleh Northstar Equity Partners III Ltd melalui Winloard.

Winloard merupakan perusahaan investasi yang berbasis di British Virgin Islands. Lukman Tirta Guna yang menjabat sebagai salah satu direksi Winloard juga tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama di Retower.

Pembelian 100% saham Retower Asia dilakukan melalui mekanisme pembelian dan pelaksanaan opsi saham dan transaksi pembelian piutang atas Retower Asia dari Winloard.  

Manajemen Centrin beralasan dengan memiliki entitas anak usaha yang bergerak di bidang jasa pembangunan sarana dan prasarana telekomunikasi, perseroan bisa memeroleh peningkatan pendapatan dan keuntungan usaha dari lini usaha baru itu.

Per 31 Oktober 2012, Retower mengoperasikan 41 menara telekomunikasi dengan jumlah tenant sebanyak 72 tenant. Konsumen Retower merupakan operator telekomunikasi seluler ternama dan beroperasi di Indonesia seperti Telkom, Telkomsel, XL, HCPT, dan Bakrie Telecom.

Rerata jangka waktu kontrak yang dimiliki oleh Perusahaan yang dipimpin oleh Rahendrawan Djoko adalah 6,8 tahun. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
northstar, centrin, backdoor, cent, backdoor listing

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top