Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SUKUK GLOBAL RI: Kupon 3,3%, spread terhadap US-T menyempit

JAKARTA: Settlement sukuk global senilai US$1 miliar yang diterbitkan pemerintah pada 14 November 2012 akan dilaksanakan pada 21 November 2012 untuk selanjutnya dicatatkan di Singapore Stock Exchange.Pjs. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Robert Pakpahan

JAKARTA: Settlement sukuk global senilai US$1 miliar yang diterbitkan pemerintah pada 14 November 2012 akan dilaksanakan pada 21 November 2012 untuk selanjutnya dicatatkan di Singapore Stock Exchange.Pjs. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Robert Pakpahan mengatakan penerbitan tersebut merupakan upaya memenuhi target penerbitan surat berharga negara syariah (SBSN), yakni sebesar US$3 miliar.Nominal penerbitan sukuk global pada 14 November 2012 mencapai US$1 miliar berdenominasi dolar Amerika Serikat, bertenor 10 tahun. "Settlement tanggal 21 November 2012 dengan kupon rate 3,3%. Formatnya Islamic GMTN (Global Medium Term Nota). Strukturnya sukuk al-ijarah," ujar Robert di kantornya, Senin (19/11).Robert mengungkapkan tingkat kupon sukuk global yang  baru diterbitkan pemerintah dipatok sebesar 3,3%. Tingkat bunga ini lebih rendah dibandingkan penerbitan tahun lalu."Rate yang 3,3% ini adalah 171 bps di atas rate US treasury (US-T). Kalau dibandingkan dengan yang tahun lalu, rate-nya kan 255 bps di atas US treasury. Jadi dampak dari investment grade, spread tersebut sudah bisa lebih ketat," jelasnya.Dengan diterbitkannya sukuk global ini, realisasi penerbitan SBN pada 2012 sudah mencapai Rp267,52 triliun atau 98,93% dari target SBN bruto dalam APBN-P 2012, yakni Rp270,42 triliun."Global sukuk ini yang diterbitkan untuk mengisi defisit APBN dan untuk membiayai pengeluaran secara umum," kata Robert.Selain sukuk global, baru-baru ini pemerintah juga menerbitkan samurai bond atau obligasi negara berdenominasi yen di pasar Jepang senilai 60 miliar yen atau sekitar Rp7,2 triliun.Obligasi bertenor 10 tahun itu dilepas dengan tingkat kupon sebesar 1,13%. Menurut Robert Pakpahan, tingkat kupon tersebut adalah yang terendah dibandingkan penerbitan Samurai Bond sebelumnya."Sepanjang sejarah samurai bond, rate 1,13% ini paling rendah yang pernah kita dapat di Jepang," katanya.Hal tersebut, tambahnya, didorong oleh posisi investment grade yang telah dikantongi pemerintah Indonesia dari sejumlah lembaga pemeringkat utang, seperti Fitch, Moody's, JCI, dan R & I.Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Loto S. Ginting memaparkan pada 2009 pemerintah menerbitkan Samurai bond senilai 35 miliar yen dengan tingkat kupon 2,73%. Sedangkan pada 2010, pemerintah menarik 60 miliar yen dari investor Jepang dengan tingkat kupon 1,6%.Dengan penerbitan ini, pemerintah telah tiga kali menerbitkan Samurai Bond. Tenornya mencapai 10 tahun dan diterbitakan dengan jaminan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC)."Tahun depan, kalau masih perlu jaminan JBIC kita masih berpikir dulu [untuk menerbitkan Samurai Bond],"  kata Loto. (Bsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Diena Lestari

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper