REKOMENDASI SAHAM: Saham Gudang Garam (GGRM) Kian Sulit Terjangkau?

Terus merosotnya harga saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) diprediksi tak akan bertahan lama. Tahun ini, perusahaan yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur itu diyakini akan mampu menaikkan harga saham dengan sejumlah strategi yang disiapkan.
Tegar Arief | 22 Februari 2018 07:30 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA - Terus merosotnya harga saham emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) diprediksi tak akan bertahan lama. Tahun ini, perusahaan yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur itu diyakini akan mampu menaikkan harga saham dengan sejumlah strategi yang disiapkan.

Pada perdagangan kemarin, saham GGRM ditutup melemah 900 poin atau 1,11% ke level Rp80.100. Sepanjang tahun berjalan, saham perseroan turun sebesar 4,42%.

Dalam risetnya, Mirae Asset Sekusitas mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham GGRM dnegan harga target yang cukup tinggi yakni Rp91.000, yang mengimplikasikan P/E 2018F sebesar 20,8x.

Ada sejumlah faktor yang akan mengerek laju saham GGRM. Terutama adalah kinerja yang cukup positif, yang mana pada tahun lalu volume penjualan perseroan tumbuh sebesar 2%. Meskipun kecil, angka ini cukup baik dibandingkan rata-rata penjualan industri yang justru menurun.

Pertumbuhan sebagian besar didorong oleh sigaret kretek mesin (SKM) full flavored (FF), karena adanya pergeseran konsumsi dari perokok sigaret kretek tangan ke rokok jenis ini. Surya Profesional juga memiliki penjualan yang cukup baik pada tahun lalu.

Selain itu, pada tahun ini perseroan berencana untuk meluncurkan produk baru atau varian baru dari jenis yang telah ada. "Kami yakin capex akan relatif stabil," kata Analis Mirae Asset Sekuritas Cristine Natasya dalam risetnya yang dikutip Selasa (20/2/2018).

Analisis serupa disampaikan CIMB Securities dalam risetnya yang menetapkan target harga saham GGRM pada level Rp93.000. Alasannya, peningkatan penjualan GGRM yang cukup positif. Di saat bersamaan kinerja pesaingnya yakni PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menurun sebesar 3%.

Analis CIMB Securities Patricia Sumampouw mengatakan volume penjualan perseroan diatas estimasi konsensus sekitar 1% yang didukung oleh GG Surya (+3%), dan Surya Pro (+97%). "Berdasarkan data Nielsen volume penjualan rokok di Indonesia turun 2% pada 2017, dan GGRM justru naik 1,5%," kata dia.

CIMB Securities menaikkan prediksi pinjaman bank GGRM sekitar Rp21 triliun pada akhir 2017 (dari sebelumnya yakni Rp18 triliun), di atas 2016 yang senilai Rp19,7 triliun yang disebabkan tingginya pengambilan tembakau.

Hal ini menurutnya dapat meningkatkan biaya bunga pada FY18F sekitar 5%. "Kami estimasi cost funding disebabkan 24% pada penurunan biaya bunga di FY17F, menaikkan EPS sekitar 0,1%," ujarnya.

Tag : gudang garam
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top