Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Short Covering Bikin Harga Minyak Melonjak

bisnis.com, NEW YORK Harga minyak tutup akhir bulan ini dengan lonjakan yang signifikan karena didukung oleh para trader yang melakukan aksi short covering setelah melihat kejatuhan harga minyak terlalu dalam pada pekan ini. Namun, harga minyak disebut masih berada di dalam tren negatif.
Harga Minyak/Ilustrasi
Harga Minyak/Ilustrasi

Bisnis.com, NEW YORK – Harga minyak tutup akhir bulan ini dengan lonjakan yang signifikan karena didukung oleh para trader yang melakukan aksi short covering setelah melihat kejatuhan harga minyak terlalu dalam pada pekan ini. Namun, harga minyak disebut masih berada di dalam tren negatif.

Phil Flynn, analis Price Futures Group, mengatakan banyak perusahaan minyak di Amerika Serikat (AS) telah memotong belanja modal tahun ini. Lalu, jumlah rig yang digunakan menurun drastis sepanjang bulan ini.

“Jadi, pasar khawatir kalau produksi minyak di AS bisa berhenti total,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Sabtu (31/1/2015).

Beberapa perusahaan minyak AS yang melakukan pengurangan investasinya antara lain, seperti Chevron yang menurunkan belanja modalnya sebesar 13% menjadi US$35 miliar dibandingkan dengan tahun lalu senilai US$40,3 miliar.

Sementara itu, San Ramon juga mengumumkan kalau belanja modalnya pada tahun ini mengalami penurunan paling besar sejak 2003 karena harga minyak yang terus terjebak di level terendah.

Meskipun, beberapa perusahaan minyak AS sedang tertekan dengan rendahnya harga minyak, rilis data produksi dan pasokan minyak AS hingga 23 Januari masih meningkat. Pasokan minyak AS naik 2,21% menjadi 406,7 juta barel dibandingkan dengan pekan sebelumnya 397,85 juta barel.

Sementara itu, produksi minyak AS naik 0,29% menjadi 9,21 juta barel per hari dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar 9,18 juta barel per hari.

Bob Yawger, Direktur Divisi Berjangka Mizuho Securities USA Inc., mengatakan untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) benar-benar jatuh cukup parah pekan ini sehingga kami harus meningkatkan transaksi agar terjadi penguatan. Tapi, secara keseluruhan tren harga masih akan terus negatif.

“Kami telah berusaha semaksimal mungkin dan didukung juga para trader yang melakukan aksi short covering sehingga harga ditutup positif pada akhir pekan ini,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak WTI naik 8,3% menjadi US$48,24 per barel, sedangkan harga minyak Brent naik 7,9% menjadi US$52,99 per barel.

BACA JUGA:

Hari Ini, KA Logistik Tambah Kapasitas Angkut 30 TEUs Relasi Gedebage-Pasoso

10 Alasan untuk Pria Tak Menikahi Kekasihnya

Ini Daftar Makanan Sehat yang Menambah Berat Badan

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Surya Rianto
Editor : Nancy Junita
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper