Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Di Pasar NDF, Rupiah Merosot ke Level Rp16.744 per Dolar AS Imbas Tarif Trump

Rupiah melemah 32 poin atau 0,19% ke level Rp16.744,5 per dolar AS di pasar non-deliverable forward (NDF).
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memperlihatkan uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (3/3/2025). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 13.50 WIB, rupiah melemah 32 poin atau 0,19% ke level Rp16.744,5 per dolar AS di pasar non-deliverable forward (NDF). 

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (dolar index spot/DXY) merosot 1,02% ke posisi 102,7520. 

Sebelum libur Lebaran, rupiah menguat 0,15% atau 25,5 poin ke Rp16.562 terhadap dolar AS pada Jumat (27/3/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,07% ke level 104.474.

Di kawasan Asia Pasifik, rupiah hari ini melemah bersama dengan dolar Australia -0,13%, won Korea Selatan -0,16%, dolar Taiwan -0,21%, yuan China -0,42%, serta rupee India turun tipis 0,09%, serta ringgit Malaysia dan baht Thailand yang masing-masing turun tipis 0,03% terhadap dolar AS. 

Berbanding terbalik, yen Jepang menguat 1,51% bersama dolar Singapura yang naik 0,36% terhadap dolar AS

Homin Lee, senior macro strategist Lombard Odier Ltd. Singapura, mengatakan ekonomi Asean akan menghadapi gejolak yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan sebagai dampak langsung lonjakan tarif impor AS terhadap kinerja ekspor negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, dampak tidak langsung akan berasal dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global. 

“Kemampuan pemerintah negara-negara Asean menurunkan tarif impor ke AS melalui negosiasi bilateral dengan tim Trump masih terus dicermati,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Kamis (3/4/2025).

Tensi perang tarif dagang yang memanas diproyeksi bakal menambah tekanan terhadap nilai tukar negara-negara di Asia. Rupiah, misalnya, telah merosot 2,8% sepanjang tahun berjalan dan pada bulan lalu sempat menyentuh level terendah sejak krisis finansial Asia pada 1998. 

“Secara umum, tarif impor dari AS berdampak negatif terhadap investasi modal asing ke kawasan Asean. Penting untuk disoroti bahwa setiap negara punya mesin ekonomi dan basis investor yang berbeda-beda,” ujar portfolio manager at Allspring Global Investments di Singapura Gary Tan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif impor pada mitra dagang AS di seluruh dunia dalam sebuah acara di Rose Garden, Gedung Putih pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. Tarif minimal ditetapkan sebesar 10%. 

Nantinya, Amerika Serikat akan menerapkan tarif impor terhadap barang asal Vietnam sebesar 46%, Thailand 36%, dan Indonesia 32%. Sementara itu, China secara akumulasi menghadapi tarif impor sebesar 54%. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper