Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Buyback Saham

Bangun Kosambi Sukses (CBDK) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan biaya sebanyak-banyaknya Rp1 triliun.
Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) Steven Kusumo memberikan sambutan saat acara pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/1/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) Steven Kusumo memberikan sambutan saat acara pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/1/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), emiten properti terafiliasi Sugianto Kusuma atau Aguan, berniat melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan biaya sebanyak-banyaknya Rp1 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), CBDK mengagendakan buyback saham selama periode 27 Maret hingga 26 Juni 2025.

“Biaya pembelian kembali saham direncanakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp1 triliun, termasuk biaya transaksi sehubungan dengan pembelian kembali saham,” tulis manajemen Bangun Kosambi, dikutip Kamis (27/3/2025).

Menurut manajemen, perusahaan akan melakukan pembelian kembali saham dengan harga yang dianggap wajar dengan memperhatikan ketentuan POJK 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

Namun, perseroan tidak menyebutkan jumlah saham yang akan dibeli dalam aksi korporasi ini. Rencana itu juga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.

Manajemen CBDK menyatakan bahwa buyback saham bertujuan untuk menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsik perusahaan, mengoptimalkan struktur modal, serta memperkuat kemampuan dalam memberikan nilai pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara fundamental perusahaan dan fluktuasi kondisi pasar saat ini, sekaligus memastikan tingkat kepercayaan para pemangku kepentingan tetap terjaga,” ungkap manajemen.

Di sisi lain, pelaksanaan pembelian kembali saham dinilai mencerminkan likuiditas CBDK yang memadai untuk melakukan aksi korporasi tanpa mengganggu kondisi keuangan, operasional, atau investasi lainnya.

“Hal tersebut sekaligus mencerminkan bahwa perseroan berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan stabil,” ujar manajemen Bangun Kosambi.

Sementara itu, terkait dengan kinerja keuangan, CBDK mencatat laba bersih sebesar Rp924,75 miliar sepanjang 2024 atau meningkat 59,84% secara tahunan.

Kenaikan laba didorong oleh kinerja pendapatan bersih yang meningkat 15,13% year on year (YoY) menjadi Rp2,24 triliun. Raihan ini ditopang penjualan tanah dan bangunan yang berkontribusi sebesar Rp2,24 triliun atau tumbuh 15,31% YoY.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper