"Sentimen pertumbuhan yang bearish – mungkin berasal dari PMI yang lemah pada Jumat lalu, atau kegelisahan geopolitik – akan bertahan sampai sesuatu yang substantif meyakinkan investor sebaliknya," kata ahli strategi makro FHN Financial, Will Compernolle.
Dia menambahkan, lelang kupon Treasury pada hari Selasa dan Rabu dapat menguji ketahanan reli, setidaknya sampai rilis laporan inflasi PCE bulan Januari pada hari Jumat.
Sementara itu, data ekonomi AS yang lemah menekan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang. Euro adalah salah satu mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar, mengingat tingginya paparan terhadap risiko tarif.
Rencana tarif Trump terhadap impor AS berisiko meningkatkan inflasi dalam negeri, sementara pemecatan massal pegawai pemerintah dapat berdampak pada pasar tenaga kerja, ketika Federal Reserve memerlukan ruang untuk memangkas suku bunga.
Ketegangan antara AS dan Eropa juga meningkat terkait Ukraina dan cara menjadi perantara perjanjian gencatan senjata dengan Rusia, tiga tahun setelah invasi besar-besaran Moskow terhadap negara tetangganya.
Chris Beauchamp, Kepala Strategi di IG, mengatakan bahwa sentimen di pasar rapuh. Namun, dia menilai volatilitasnya cenderung kecil.
Baca Juga
“Ini sangat kontras dengan beberapa tahun terakhir, di mana krisis tampaknya datang satu per satu dan kemudian Anda bisa menanganinya ketika krisis itu terjadi. Sekarang, krisis tampaknya menjadi 'semuanya, di mana saja, sekaligus',” katanya.