Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ancol (PJAA) Raup Laba Rp59,82 Miliar Semester I/2024

Ancol (PJAA) membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih secara tahunan pada semester I/2024.
Wisatawan memadati pantai Beach Pool, Ancol Taman Impian, Jakarta, Kamis (11/4/2024). Pada hari ke-2 Lebaran, hingga pukul 13.00 WIB jumlah pengunjung yang memasuki objek wisata tersebut tercatat mencapai 53 ribu orang./JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P LIBUR LEBARAN DI ANCOL
Wisatawan memadati pantai Beach Pool, Ancol Taman Impian, Jakarta, Kamis (11/4/2024). Pada hari ke-2 Lebaran, hingga pukul 13.00 WIB jumlah pengunjung yang memasuki objek wisata tersebut tercatat mencapai 53 ribu orang./JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P LIBUR LEBARAN DI ANCOL

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mencatatkan kinerja lesu sepanjang semester I/2024 dengan penurunan pendapatan dan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2024 di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Jumat (26/7/2024), laba bersih PJAA tercatat Rp59,82 miliar atau turun 44,47% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan Rp107,24 miliar periode 6 bulan pertama 2023.

Penurunan laba bersih PJAA sejalan dengan pendapatan perseroan yang mengalami koreksi 1,84% YoY menjadi Rp567,95 miliar, dibandingkan dengan Rp578,62 miliar semester I/2023.

Secara terperinci berdasarkan segmen, pendapatan Ancol ditopang dari pariwisata sebesar Rp420,46 miliar, disusul real estat Rp104,51 miliar, serta perdagangan dan jasa Rp110,16 miliar. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi Rp67,18 miliar.

Meskipun pendapatan turun, beban pokok dan beban langsung Ancol justru terkerek 8,81% YoY menjadi Rp293,26 miliar pada Januari-Juni 2024.

Alhasil, laba bruto Ancol tercatat sebesar Rp274,68 miliar pada 6 bulan pertama 2024, atau mengalami penurunan 11,13% dari Rp309,10 miliar periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kas dan setara kas pada akhir periode semester I/2024 Ancol tercatat Rp330,07 miliar, atau ambles 52,24% YoY dari tahun sebelumnya yang membukukan kas sebesar Rp691,13 miliar.

Berdasarkan neraca, total aset PJAA turun menjadi Rp3,66 triliun per 30 Juni 2024, dibandingkan posisi akhir Desember 2023 sebesar Rp3,74 triliun.

Liabilitas PJAA juga turun menjadi Rp1,99 triliun, dari posisi akhir 2023 sebesar Rp2,07 triliun. Sementara ekuitas perseroan naik tipis menjadi Rp1,67 triliun dibandingkan pada Desember 2023 sebesar Rp1,66 triliun.

Adapun, saham PJAA tercatat mengalami koreksi 8,28% atau 60 poin menjadi Rp665 per saham pada Jumat (26/7/2024). Untuk periode berjalan 2024, saham PJAA terkoreksi 30%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper