Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

UNTR Gelar RUPS 24 April, Intip Potensi Dividennya

PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyampaikan akan melakukan RUPST pada 24 April 2024 yang diharapkan memutuskan pembagian dividen.
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UNTR), Frans Kesuma (kedua kanan), didampingi jajaran direktur, Iwan Hadiantoro (kiri), Iman Nurwahyu (kedua kiri), Loudy Irwanto Elias (ketiga kiri), Idot Supriadi (ketiga kanan), dan Edhie Sarwono (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat, 8 April 2022./dok. UNTR
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UNTR), Frans Kesuma (kedua kanan), didampingi jajaran direktur, Iwan Hadiantoro (kiri), Iman Nurwahyu (kedua kiri), Loudy Irwanto Elias (ketiga kiri), Idot Supriadi (ketiga kanan), dan Edhie Sarwono (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat, 8 April 2022./dok. UNTR

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas Grup Astra di sektor pertambangan, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyampaikan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 April 2024. Salah satu agenda ialah penetapan alokasi laba bersih yang biasanya sebagian dipakai dividen untuk pemegang saham.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), UNTR menyampaikan akan melakukan RUPST pada Rabu, 24 April 2024 pukul 10.00 WIB. RUPST tersebut akan dilakukan di Catur Dharma Hall, Menara Astra Lantai 5. 

Salah satu agenda ialah Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2023. Investor tentnya berharap kucuran dividen dari laba bersih tersebut.

UNTR tercatat tak pernah absen membagikan dividen sesuai keputusan RUPST. Tahun lalu, UNTR tercatat membagikan dividen total sebesar Rp7.003 per saham ke pemegang sahamnya untuk tahun buku 2022. 

Rasio pembayaran dividen tersebut setara 121% terhadap laba bersih UNTR. Tahun tersebut merupakan pertama kalinya UNTR membagikan dividen dengan payout ratio hingga melebihi 100%. 

Selama 5 tahun ke belakang, UNTR biasanya memberikan dividend payout ratio sebesar 40%-45% ke pemegang sahamnya. Untuk tahun buku 2021 misalnya, UNTR memberikan dividend payout ratio 45% ke pemegang sahamnya, dengan total dividen Rp1.240 per saham. 

Selanjutnya pada tahun buku 2020, UNTR memberikan dividen sebesar Rp644 per saham, dengan dividend payout ratio Rp40% ke pemegang sahamnya. 

Begitu pula pada tahun buku 2019, UNTR memberikan dividend payout ratio sebesar 40%, dengan total dividen sebesar Rp1.213 per saham.

Dividend payout ratio terkceil yang diberikan UNTR adalah pada tahun buku 2004, dengan payout ratio 14%. Kala itu, UNTR memberikan dividen total Rp55 per saham ke pemegang sahamnya.

Potensi Dividen UNTR

Sebelumnya manajemen PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengungkapkan ada potensi penurunan nilai dividen tahun buku 2023 jika dibandingkan dengan pembagian tahun sebelumnya. Namun, pembayaran dividen setidaknya mencapai 40%-50% dari laba. 

Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan dalam menentukan pembagian dividen perseroan akan meninjau kebutuhan dana untuk belanja modal terlebuh dahulu. Oleh sebab itu ada kemungkinan pembagian dividen tahun depan terkoreksi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pembagian dividen tahun buku 2022 kami adalah pengecualian karena didukung harga batu bara yang tinggi hingga US$400 per ton sehingga laba bersih naik. Selain itu, kami juga belum banyak melakukan investasi di bisnis baru,” katanya pada Selasa (28/11/2023).

Iwan mengatakan pembayaran dividen dengan rasio 121% pada tahun buku 2022 kemungkinan tidak akan terjadi lagi karena rata-rata harga batu bara telah turun ke kisaran US$150-US$160 per ton pada 2023. Di sisi lain, perseroan berencana menambah lini bisnis baru yang menunjang ekonomi hijau seperti mineral non-batu bara.

“Mungkin pembagian dividen tidak akan terjadi seperti 2023 meskipun laba bersih bagus karena kami menyisihkan belanja modal dan investasi unit usaha baru. Tapi, rasio pembagian dividen akan kami pertahankan di rentang 40%-50%,” tegasnya.

Dari sisi kinerja UNTR mencetak peningkatan penjualan, tetapi dengan laba bersih yang turun menjadi Rp20,6 triliun sepanjang tahun 2023. 

Dalam laporan keuangannya, UNTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp128,5 triliun. Pendapatan ini meningkat 4,03% dibandingkan periode 2022 yang sebesar Rp123,6 triliun. 

Manajemen UNTR menuturkan kontribusi terbesar pendapatan UNTR diperoleh dari kontraktor penambangan dengan penghasilan sebesar Rp53,9 triliun. 

UNTR Gelar RUPS 24 April, Intip Potensi Dividennya

Kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan UNTR adalah penjualan mesin konstruksi senilai Rp36,6 triliun, lalau pertambangan batu bara Rp30,5 triliun, dan pertambangan emas dan mineral lainnya Rp5,2 triliun. 

Lalu, laba bruto UNTR meningkat 3% dari Rp34,8 triliun di 2022 menjadi Rp35,8 triliun di 2023. 

Akan tetapi, laba bersih UNTR turun sebesar 2% pada 2023 menjadi Rp20,6 triliun, dari Rp21 triliun di 2022. Manajemen menjelaskan penurunan laba bersih ini dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper