Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Besok Diprediksi Bullish, Pasar Respons Quick Count Pilpres 2024

IHSG diprediksi lanjut menguat pada perdagangan besok, Jumat(16/2/2024) setelah melesat pada perdagangan hari ini imbas hasil quick count Pilpres 2024.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi lanjut menguat pada perdagangan besok, Jumat(16/2/2024) setelah melesat pada perdagangan hari ini imbas hasil quick count Pilpres 2024.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan IHSG ditutup menguat ke level 7.303 pada Kamis (15/2/2024). Menurutnya, rebound hari ini terindikasi sebagai respons pelaku pasar terhadap hasil hitung cepat sementara Pemilu yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei.

Sebagaimana diketahui, pasangan nomor urut 02 Prabowo-Gibran unggul dalam hasil quick count di berbagai lembaga survei dengan rata-rata di atas 50%.

"Potensi Pemilu eksekutif yang berlangsung satu putaran nampaknya meredam kekhawatiran terhadap risiko ketidakpastian, setidaknya dalam jangka pendek," ujar Tim riset Phintraco Sekuritas pada Kamis, (15/2/2024).

Alhasil, IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada Jumat (16/2/2024) dengan level resisten di area 7.330-7.350. Level pivot di 7.300 dan level support di 7.250-7.275.

Dari sentimen pasar global, investor mengantisipasi rilis data Producer Price Index (PPI) yang diperkirakan 0,7% year-on-year (YoY) pada Januari 2024 atau turun dari 1% YoY di Desember 2023.

Ekspektasi pelemahan inflasi produsen merepresentasikan optimisme pasar terhadap inflasi produser yang kian membaik dan akan mendorong Consumer Price Index secara bertahap untuk mencapai target The Fed sebesar 2%.

Adapun, membaiknya inflasi akan meningkatkan probabilitas The Fed untuk memangkas suku bunga acuan pada periode Mei 2024. Saat ini, suku bunga The Fed masih ditahan di kisaran 5,25%-5,5%.

Sementara itu, dari dalam negeri, terdapat rilis data penjualan ritel yang diperkirakan sebesar 2,6% YoY pada Desember 2023 dari sebelumnya sebesar 2,1% di November 2023.

Persentase tersebut menunjukkan optimisme pasar terhadap keberlanjutan pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia selama tujuh bulan berturut-turut. Hal tersebut sejalan dengan ekspektasi bahwa terdapat peningkatan belanja konsumen di tengah momentum Pemilu 2024 dan tahun baru 2024.

Dengan sederet sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan atau top picks pada Jumat (16/2/2024) meliputi JPFA, CPIN, MNCN, JSMR, ESSA, dan SMGR.

_________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper