Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Prospek Bitcoin hingga Antusiasme Perantau Memilih

Berita tentang Prospek Bitcoin Usai Kembali Menembus Level US$50.000 menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id.
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA— Aset kripto berkapitalisasi jumbo, Bitcoin kembali unjuk gigi dengan menyentuh level US$50.000 untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Berita tentang Prospek Bitcoin Usai Kembali Menembus Level US$50.000 menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Rabu (14/2/2024):

1. Prospek Bitcoin Usai Kembali Menembus Level US$50.000

Aset kripto berkapitalisasi jumbo, Bitcoin kembali unjuk gigi dengan menyentuh level US$50.000 untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Bitcoin terakhir kali diperdangkan di level US$50.000 pada Desember 2021. Harga tersebut masih di bawah level tertinggi sepanjang masa US$69.000 pada November 2021. Fluktuasi harga sejak pengenalan Bitcoin lebih dari 1 dekade lalu telah lama menjadi daya tarik utama bagi para spekulan.

Berdasarkan data coinmarketcap.com, Selasa (13/2/2024), harga aset kripto berada di level US$50.050 pada pukul 13.06 WIB, menguat 3,97% dalam 24 jam terakhir. Jika diteusuri, nilai tersebut telah menguat tiga kali lipat sejak tahun lalu, pulih dari penurunan 64% pada 2022.

Bitcoin awalnya dipromosikan sebagai alternatif sistem keuangan tradisional. Reli bitcoin saat ini didorong oleh optimisme persetujuan otoritas bursa AS atas reksa dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF Bitcoin.

Kepala analis pasar Miller Tabak & Co Matt Maley mengatakan minat investor terhadap Bitcoin semakin meningkat sejak persetujuan ETF.

2. Menerka Dampak Kenaikan Tarif PBB terhadap Bisnis Properti Residensial

Desakan agar pemerintah mengkaji ulang kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terus bergulir, seiring pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) pada 5 Januari 2024.

Meski ditujukan untuk mengharmonisasi pengelolaan desentralisasi fiskal pusat dan daerah, beleid UU HKPD dinilai akan menambah beban ekonomi masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Merujuk pasal 41 ayat (1) UU HKPD berbunyi tarif PBB di pedesaan dan perkotaan (P2) ditetapkan paling tinggi 0,5%. Sebelumnya, dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, PBB ditetapkan paling tinggi sebesar 0,3%.

Kemudian dalam pasal 192 UU HKPD dijelaskan bahwa peraturan pelaksanaan dari UU tersebut ditetapkan paling lama dua tahun sejak UU mulai berlaku.

3. Respons GOTO & Efek Saham dari Peluang Merger dengan GRAB

Rencana penggabungan usaha atau merger antara dua platform aplikasi transportasi, PT PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan Grab Holding Ltd. dapat memberikan katalis tersendiri terhadap dinamika pergerakan harga saham GOTO.

Analis menilai, apabila merger kedua korporasi tersebut berhasil dilakukan, dapat memberikan prospek dan sentimen positif bagi saham GOTO. Mengingat, merger dapat membuka peluang peningkatan margin dan nilai tambah terhadap bisnis GOTO secara menyeluruh.

Situasi tersebut dibenarkan oleh Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda. Menurutnya, melalui merger tersebut GOTO dapat menurunkan biaya operasionalnya yang masih tinggi. “Sehingga GOTO memiliki peluang untuk memperoleh laba,” kata Vicky, dikutip Selasa (13/2/2024).

Vicky juga menilai merger ini akan membuka pengembangan layanan baru yang inovatif dan menarik bagi konsumen.  Kendati begitu, tetap saja terdapat sentimen negatif yang menanti merger ini.

Vicky menuturkan merger GOTO dan Grab memiliki potensi melakukan monopoli pangsa pasar Indonesia, karena GOTO akan memiliki potensi kinerja yang bertumbuh sehingga dapat terjadinya monopoli di sektor teknologi.

4. Dinamika IHSG & Prospek Sektor Saham Menanti Hajatan Pemilu 2024

Tingkat optimisme pasar saham dinilai mengalami penurunan menjelang pesta Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kendati begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada Februari 2024 seiring dengan sentimen Pemilu disertasi dengan fluktuasi rupiah dan pekembangan kebijakan Federal Reserve.

Optimisme yang menurun tersebut tercermin,dalam Laporan CSA Index yang menunjukkan pada Periode Februari 2024 adalah 59,7 yang mengindikasikan penurunan tingkat optimisme dibandingkan bulan Januari yang mencapai angka 83,7. Penurunan ini mengindikasikan pelaku pasar kurang bergairah dalam menghadapi perdagangan di bulan Februari ini.

“Adanya pemilu yang diadakan di bulan ini serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi alasan yang cukup banyak dikemukakan pelaku pasar,” papar Tim CSA.

Kendati mengalami penurunan, angka 50 masih menunjukkan lebih banyak pelaku pasar memprediksi IHSG akan bullish di bulan Februari. Konsensus untuk penutupan IHSG pada bulan Februari 2024 adalah sebesar 7.258 mengindikasikan kenaikan tipis dari penutupan pada bulan Januari 2024 di angka 7.207.

Pelaku pasar melihat bahwa ketidakpastian akibat pemilu cukup tinggi. Apabila pemilu selesai dengan satu putaran, maka ini akan menjadi hal yang positif sehingga pelaku pasar dapat dengan segera mengalokasikan asetnya untuk menyesuaikan dengan hasil pemilu.

5. Antusiasme Perantau Memilih Presiden di Ibu Kota

Dari kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kartika bergegas memesan ojek daring menuju tempat kerja di Jakarta Pusat. Bukan untuk menjalankan rutinitas kantor, gadis itu hanya berkunjung untuk mengurus surat keterangan kerja dari perusahaan.

Selama hampir 10 tahun bekerja di tempat yang sama, baru kali ini perempuan asal Yogyakarta itu mengurus surat tersebut. Namun, dia punya alasan kuat rela menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari kos-annya.

“Tahun ini saya ingin menggunakan hak pilih,” ceritanya kepada Bisnis, Selasa (13/2/2024).

Selama ini, Kartika tercatat dalam daftar pemilih tetap di kampungnya Desa Balecatur, Sleman, Yogyakarta. Selain ongkos Jakarta - Yogyakarta yang tidak murah, dia masih harus menjalankan aktivitas kerja di Ibu Kota, termasuk saat hari pemilihan.

Berbekal informasi yang diperoleh dari rukun warga di dekat kos-an, Tika lebih dulu mengurus surat keterangan kerja atau surat tugas sebelum ke kantor kelurahan. Di sana dia bertemu dengan petugas penyelenggara pemungutan suara untuk mengurus pindah memilih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper