Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Listing Besok, Sumber Mineral Global (SMGA) Oversubscribed 23,52 Kali

Calon emiten perdagangan nikel dan batu bara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk. (SMGA) mengalami oversubscribed sebanyak 23,52 kali dalam proses IPO.
Calon emiten perdagangan nikel dan batu bara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk. (SMGA) mengalami oversubscribed sebanyak 23,52 kali dalam proses IPO./Himawan L Nugraha
Calon emiten perdagangan nikel dan batu bara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk. (SMGA) mengalami oversubscribed sebanyak 23,52 kali dalam proses IPO./Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan perdagangan nikel dan batu bara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk. (SMGA) akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau listing pada Selasa, (30/1/2024) besok.

Pada masa penawaran umum, saham SMGA mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed sebanyak 23,52 kali dari total saham IPO SMGA, atau oversubscribed sebanyak 156,77 kali dari porsi pooling.

Direktur Utama SMGA Julius Edy Wibowo mengatakan, SMGA mencatat nilai pesanan yang masuk selama masa penawaran mencapai Rp4,3 triliun. Sedangkan target dana IPO SMGA sebesar Rp183,7 miliar.

Menurutnya, antusiasme investor terhadap saham SMGA tak lepas dari prospek kinerja SMGA yang dinilai masih berpotensi tumbuh ke depan, adapun SMGA memiliki bisnis utama perdagangan nikel dan batu bara.

Dia mengatakan, permintaan nikel diprediksi naik dari 2.340 kiloton (KT) pada 2020 menjadi 6.250 KT pada tahun 2040. Meningkatnya permintaan akan nikel terutama didorong oleh naiknya kebutuhan dari industri kendaraan listrik (EV) dan baterai.

Sementara itu, penggunaan batu bara Indonesia akan tumbuh 4,7% per tahun, dipimpin oleh perluasan armada pembangkit listrik batu bara hingga 10 gigawatt (GW).

"Selain fokus dalam pengembangan kegiatan perdagangan nikel dan batu bara untuk pasar domestik Indonesia, SMGA juga akan mengembangkan produksi batu gamping pada kuartal I/2024," ujar Julius dalam keterangannya, Senin, (29/1/2024).

Rencana ini lanjutnya, sejalan dengan tingginya permintaan batu gamping, dan perseroan melihat terdapat peluang yang baik di wilayah Morowali Utara. Pasalnya, di wilayah tersebut terdapat banyak smelter yang membutuhkan suplai batu gamping.

“Sehingga, perseroan memutuskan untuk mengakuisisi dan melakukan pengembangan atas tambang batu gamping pada wilayah tersebut untuk dapat disuplai ke beberapa smelter terdekat," katanya.

Adapun, manajemen SMGA menetapkan harga IPO tertinggi Rp105 per saham. Pada masa penawaran awal, harga penawaran berkisar Rp100-Rp105, yang kemudian ditetapkan Rp105 per saham.

Dalam gelaran IPO ini, SMGA melepas sebanyak-banyaknya sebesar 1,75 miliar saham baru yang mewakili 20% dari modal ditempatkan. Sehingga, anak usaha PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) itu berpotensi meraup dana segar Rp183,75 miliar.

Dana hasil dari IPO yang diterima akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengadaan nikel dan batu bara sesuai kegiatan bisnis yang dijalankan perseroan sebagai pembayaran atas pembelian nikel dan batu bara dari pemasok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper