Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siantar Top (STTP) Bakal Rambah Pasar Kanada dan Amerika Tahun Depan

Di pasar ekspor, Siantar Top (STTP) masih akan fokus menggarap pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah, serta akan mulai mengembangkan pasar di Kanada dan Amerika.
Presiden Direktur PT Siantar Top Tbk. Pitoyo (dari kanan) berbincang dengan Direktur Armin, dan Direktur Suwanto saat paparan publik, di Surabaya, Jumat (15/12)./JIBI-Wahyu Darmawan
Presiden Direktur PT Siantar Top Tbk. Pitoyo (dari kanan) berbincang dengan Direktur Armin, dan Direktur Suwanto saat paparan publik, di Surabaya, Jumat (15/12)./JIBI-Wahyu Darmawan

Bisnis.com, SURABAYA - Produsen snack Mie Gemez, PT Siantar Top Tbk. (STTP) menyebut tren konsumsi masyarakat terhadap produk makanan ringan tahun ini cukup tertahan sehingga sampai akhir tahun penjualannya diperkirakan bisa turun sekitar -3%. Namun, perseroan menyiapkan sejumlah strategi ciamik pada 2024 termasuk merambah pasar baru di Kanada dan Amerika Serikat.

Direktur Utama Siantar Top Armin menjelaskan sebetulnya tren penjualan bersih STTP berhasil mencapai Rp3,62 triliun selama Januari-September 2023, atau tumbuh 1,34% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp3,57 triliun. 

“Meskipun sampai September kelihatannya tumbuh, tetapi perkiraan kami justru turun penjualannya sampai akhir tahun. Kami rasa penjualan bermasalah ini bukan cuma di perusahaan kita tetapi di industri lain di dunia, daya beli sedang bermasalah. Bahkan momen Natal dan Tahun Baru juga belum bisa meng-cover banyak,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (15/12/2023).

Namun begitu, lanjutnya, untuk tahun depan perseroan akan lebih optmistis penjualan bisa tumbuh double digit yang diharapkan dapat terdongkrak dari momen pemilu dan momen libur hari besar keagamaan.

“Memang tahun depan tahun politik dan ekonomi global itu agak berat untuk pasang target, tapi kami akan berupaya untuk melakukan berbagai upaya baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor,” katanya.

Armin menambahkan, meski penjualan 2023 sedikit tertekan tetapi perseroan masih memiliki strategi agar kinerja laba bersih masih tetap baik. Hingga September 2023, STTP mencatatkan capaian laba bersih sebesar Rp686 miliar atau naik sebanyak Rp266 miliar atau setara 63,49% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Peningkatan laba yang siginfikan tersebut disebabkan karena pada 2022 perseroan sempat mengalami kesulitan produksi akibat perang Rusia -Ukraina yang menyebabkan harga bahan baku naik sampai 40%. Biaya shipping kapal yang tinggi juga membuat impor bahan baku dan ekspor produk tertekan.

“Karena harga bahan baku naik tajam, kami harus melakukan adjustment/penyesuaian harga jual produk, lalu tahun ini harga bahan baku sudah cenderung stabil dan mulai normal. Nah kondisi ini yang kemudian membuat laba kita tumbuh signifikan,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, tumbuhnya kinerja laba juga dipengaruhi adanya pergeseran segmen pasar dari produk yang murah ke produk yang harganya sedikit lebih tinggi.

“STTP juga terus berupaya untuk melakukan inovasi produk, memperluas jaringan distribusi dengan multi distributor nasional dan internasolional, serta melakukan pengendalian biaya dengan efisiensi dan intregated value chain,” imbuhnya.

Direktur Siantar Top, Suwanto menambahkan, di pasar ekspor, Siantar Top masih akan fokus menggarap pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah, serta akan mulai mengembangkan pasar di Kanada dan sekitarnya serta di Amerika Serikat.

“Tahun ini pasar ekspor masih tumbuh dengan baik di tengah kondisi ekonomi global. Dari total penjualan sampai September 2023, kontribusi pasar ekspor mencapai 16% dan sisanya disumbang pasar domestik,” katanya.

Adapun Siantar Top memiliki 3 jenis produk di antaranya snack mie, kerupuk, serta biskuit dan wafer. Dari total penjualan di sepanjang tahun ini, penjualan di wilayah Sidoarjo berkontribusi sebesar 66,38%, disusul Bekasi 23,81% dan Medan 9,81%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper