Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerugian Grup Salim saat Saham BUMI Anjlok di Bawah Harga Private Placement

Grup Salim mengalami potential loss dari penurunan harga saham Bumi Resources (BUMI) yang berada di bawah harga private placement.
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. Grup Salim mengalami potential loss dari penurunan harga saham Bumi Resources (BUMI) yang berada di bawah harga private placement./bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. Grup Salim mengalami potential loss dari penurunan harga saham Bumi Resources (BUMI) yang berada di bawah harga private placement./bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) tercatat telah mengalami pelemahan 37,89% sejak awal tahun hingga hari ini, Rabu (6/12/2023), atau telah berada di bawah harga private placement sebesar Rp120 per saham.

Sebagaimana diketahui, Grup Salim masuk ke saham BUMI melalui private placement dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham. Grup Salim melakukan investasi di BUMI melalui Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

MEL merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong. Susunan pemegang saham MEL terdiri atas PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham 42,5% di bawah kendali grup Bakrie, Colver Wide Limited dengan kepemilikan saham 15% dan dikendalikan oleh Agoes Projosasmito, dan terakhir 42,5% saham dimiliki oleh Mach Energy Pte.Ltd yang berbasis di Singapura.

Mach Energy Pte.Ltd merupakan perusahaan yang berada di bawah kendali Anthoni Salim atau berada di bawah kendali Grup Salim.

Kemudian, perusahaan cangkang kedua adalah TGIL yang juga berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini memiliki dua pemegang saham yakni PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan 16,15% di bawah kendali Agoes Projosasmito.

TGIL juga dimiliki secara mayoritas sebanyak 83,85% oleh Mach Energy Pte Ltd. atau perusahaan yang sama sebagai pemegang saham MEL dari Grup Salim.

MEL tercatat menggenggam sebanyak 170 miliar saham BUMI, sementara TGIL memiliki sebanyak 30 miliar saham BUMI.

Dengan harga eksekusi Rp120 per saham, maka MEL mengeluarkan dana sebesar Rp20,4 triliun, dan TGIL mengeluarkan dana sebesar Rp3,6 triliun untuk mengeksekusi private placement BUMI tersebut.

Saat ini, MEL merupakan pemegang saham pengendali BUMI dengan kepemilikan 45,78%. Sementara itu, TGIL menjadi pemegang saham BUMI terbesar ketiga dengan kepemilikan sebesar 8,08%.

Adapun per hari ini, saham BUMI dibuka stagnan ke level Rp100 pada perdagangan Rabu (6/12/2023). Dengan harga ini, maka MEL mengalami potential loss Rp3,4 triliun, dengan TGIL mengalami potential loss Rp600 miliar dari penurunan harga saham BUMI ini. 

Secara persentase, MEL dan TGIL telah mengalami potential loss sebesar 16,6% dari penurunan harga saham ini.

Sebagai informasi, saham BUMI sendiri telah melemah 37,89% sejak awal tahun hingga hari ini. Sepanjang tahun ini, saham BUMI telah diperdagangkan pada rentang harga Rp90 per saham, hingga Rp186 per saham. Saham BUMI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp36,76 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper