Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi pada Waran Terstruktur saat Suku Bunga Tinggi, Aman?

Maybank Sekuritas Indonesia mengatakan, kenaikan suku bunga lebih berpengaruh terhadap saham-saham yang menjadi underlying dari produk waran terstruktur.
Maybank Sekuritas menerbitkan delapan seri  waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/2/2023).
Maybank Sekuritas menerbitkan delapan seri waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/2/2023).

Bisnis.com, JAKARTA - Berinvestasi di produk waran terstruktur (structured warrant) tak lepas dari pengaruh kenaikan suku bunga, baik dari domestik maupun global. Pasalnya, waran terstruktur sangat bergantung pada nilai aset saham yang mendasarinya atau underlying.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI7DRR di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis, (23/11/2023).

Sedangkan dari mancanegara, Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) masih menahan suku bunga acuannya di kisaran 5,25%-5,5% dan masih menunjukkan sikap hati-hati untuk menaikkan suku bunga ke depannya.

Vice President Equity Sales Maybank Sekuritas Indonesia Rita Efendy mengatakan, kenaikan suku bunga lebih berpengaruh terhadap saham-saham yang menjadi underlying dari produk waran terstruktur, yaitu saham yang tergabung dalam indeks IDX30.

"Dampak suku bunga itu lebih kepada saham underlying-nya, jadi begitu suku bunga turun biasanya akan ada potensi investor untuk masuk ke saham-saham underlying. Begitu saham underlying-nya bergerak naik, maka waran terstrukturnya akan mengikuti," ujar Rita dalam webinar Structured Product Day 2023, Selasa, (28/11/2023).

Sebagaimana diketahui, kenaikan suku bunga acuan akan berdampak positif terhadap sektor-sektor perbankan. Sedangkan saham-saham di sektor teknologi akan tertekan karena tingginya biaya pinjaman modal yang ikut meningkat.

Adapun, beberapa saham perbankan konstituen IDX30 yang menjadi underlying waran terstruktur di antaranya yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Sedangkan saham di sektor teknologi yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Senada, Head of Sales & Marketing Equity Derivatives RHB Sekuritas Indonesia, Steinly Atmanagara mengatakan dampak kenaikan suku bunga terhadap waran terstruktur tidak terlalu signifikan, namun investor tetap disarankan untuk mencermati saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga.

"Jadi kenaikan suku bunga mungkin lebih signifikan itu terhadap sektor-sektor sahamnya. Nah, kalau misalkan ada sektor-sektor yang sangat sensitif dengan suku bunga, mungkin bisa dicermati lalu dihindari," ujar Steinly.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan transaksi waran terstuktur bisa mencapai 1% dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2023.

Berdasarkan data statistik BEI pada akhir perdagangan Senin, (27/11/2023), nilai transaksi waran terstruktur tercatat sebesar Rp11,69 miliar. Sedangkan nilai transaksi seluruh instrumen investasi di Bursa mencapai Rp10,19 triliun.

Adapun sepanjang tahun berjalan 2023, nilai transaksi waran terstruktur mencapai Rp619,92 miliar secara year-to-date (ytd). Sedangkan nilai transaksi di seluruh Bursa tembus Rp2.280 triliun ytd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper