Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grab Mencetak Profit, Gojek (GOTO) Sedikit Lagi

Perusahaan ride hailing Grab Holdings Ltd. mencatatkan adjusted EBITDA sebesar US$29 juta atau sekitar Rp499,5 miliar. Lalu GOTO kapan?
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan ride hailing Grab Holdings Ltd. mencatatkan adjusted EBITDA sebesar US$29 juta atau sekitar Rp499,5 miliar pada kuartal III/2023 dengan kurs JISDOR Rp15.500. Mampukah PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membukukan hal serupa?

Grab mampu membalikan rugi US$161 juta dari kuartal yang sama tahun sebelumnya (QoQ). Namun demikian, dalam kinerja sembilan bulan 2023, adjusted EBITDA GRAB tercatat masih minus US$57 juta, meski sudah turun jauh secara yoy yang tercatat US$682 juta.

Grab mampu melakukan itu setelah memangkas seluruh biaya dan beban, misalnya pos administrasi dan umum turun 12,66% menjadi US$131 juta. Begitu juga dengan research and development turun 14,64% menjadi US$99 juta. Biaya sales dan marketing terlihat meningkat di kuartal III, namun cenderung flat di 9 bulan, yakni sebesar US$209 juta.

Adjusted EBITDA pada dasarnya adalah ukuran keuangan non Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Ukuran ini memiliki komponen rugi sebelum pajak penghasilan dan menyesuaikan untuk beban penyusutan dan amortisasi, penghasilan keuangan, biaya bunga, hingga perhitungan kerugian atas penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi.

Setelah Grab mencetak profitabilitas, kapan Gojek bisa mencapai level serupa?

Gojek yang menjadi lini bisnis on demand service (ODS) dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan adjusted EBITDA minus Rp48 miliar pada kuartal III/2023, turun 95% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Bila mengesampingkan beban korporasi yang dialokasikan sebesar Rp65 miliar, Gojek sudah mencapai level profit Rp17 miliar.

Lini ODS mencatatkan pendapatan bruto Rp3,01 triliun pada kuartal III/2023, relatif flat secara yoy, di tengah efisiensi ketat. Efisiensi yang dilakukan menurunkan recurring belanja operasional sebesar 24% menjadi Rp658 miliar.

CEO GOTO Patrick Walujo optimistis dua lini usaha on demand services (ODS) dan e-commerce akan mencapai level profitable pada kuartal IV-2023. Namun dia tidak menutup kemungkinan perlu ada penyesuaian setiap saat karena keuntungan yang telah diraih akan diinvestasikan lagi agar terus bisa bersaing.

Patrick mengatakan pada dasarnya tidak sulit untuk mencapai level adjusted EBITDA positif. Cukup dengan menghentikan semua promosi yang ada di Gojek dan Tokopedia maka GOTO sudah langsung masuk ke level profitable.

Akan tetapi ada risiko konsumen, sambungnya, bakal pindah ke kompetitor langsung.

“Kita punya kompetitor pesta pora [bila promosi dihilangkan], karena semua kustomer akan pindah ke mereka. Karena keadaan keuangan untuk kehilangan darah, dalam arti uang, dengan level saat ini kita merasa make sure tetap relevan dan mampu bersaing dengan mengikuti jejak rekan kita,” terangnya.

Patrick yang dikenal sebagai sebagai pendiri Northstar Group optimistis GOTO sudah mencapai tahapan kinerja keuangan yang sudah aman karena tidak ada lagi risiko kehilangan uang melalui bakar uang.

Namun dia mengakui GOTO tetap memiliki risiko yakni profit yang diraih lewat lini bisnis ODS dan e-commerce belum bisa menutupi investasi di lini bisnis lainnya, yakni GoTo Financial dan GoTo Logistik serta biaya operasional GOTO secara korporasi.

Dilema yang dihadapi GOTO, antara mempercepat profit dan mengejar pertumbuhan demi market share, mendapatkan perhatian sejumlah analis. Alif Ihsanario analis MNC Sekuritas menyarankan GOTO lebih fleksibel dalam menerapkan strategi mencapai adjusted EBITDA Positif. Manajemen perlu menerapkan respon yang tepat terhadap perubahan lanskap bisnis, terutama e-commerce, yang semakin menantang.

“Mode kompetisi kembali ke GTV tidak bisa dihindari, mempertahankan pangsa pasar menjadi penting untuk memenangkan persaingan karena model bisnisnya sejauh ini berbasis transaksi dan dari transaksi tersebutlah baru dapat dimonetisasi. Oleh sebab itu strategi untuk tumbuh ini memang diperlukan untuk merespons persaingan yang ketat.” Kata Alif.

Alif juga menekankan bisnis di sektor teknologi terutama e-commerce dan ODS membutuhkan economic of scale. Tanpa economic of scale tadi perusahaan teknologi akan sulit mencapai target profitabilitas.

Senada dengan MNC Sekuritas, riset Bahana Sekuritas juga menekankan bahwa fleksibilitas dari strategi menjadi penting terutama untuk mempertahankan pangsa pasar.

“Ketika pesaing menjadi lebih agresif, kami percaya GOTO perlu mempertahankan pangsa pasarnya sekaligus meningkatkan efisiensi untuk memacu profitabilitas. Oleh karena itu, fleksibilitas taktis menjadi penting. Artinya, GOTO akan fleksibel dalam strateginya, bergantung pada persaingan, dan ini akan dilakukan dengan hati-hati.” Tulis Bahana dalam laporan risetnya.

Meski terjadi perubahan strategi baik MNC Sekuritas dan Bahana Sekuritas tetap optimis bahwa GOTO tetap on-track untuk mencapai profitabilitas terutama dengan melihat performa perseroan yang mampu mencetak perbaikan EBITDA disesuaikan selama 7 kuartal beruntun.

Riset MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp 102 dan Bahana Sekuritas juga mempertahankan rating buy dengan target harga Rp 105

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper