Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

The Fed Tahan Suku Bunga Saham Bank Digital Ditampung Asing, ARTO Paling Laris

Saham-saham bank digital menguat signifikan pada perdagangan pekan lalu dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO) setelah The Fed menahan suku bunga.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham bank digital menguat signifikan pada perdagangan pekan lalu dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang unggul dibandingkan kompetitor didorong oleh panahanan suku bunga oleh The Fed dan kemampuan bank digital mengelola portofolio kreditnya.

Harga saham ARTO terpantau melesat 11,8% dan ditutup di Rp 1.800 pada perdagangan Jumat (3/11/2023). Penguatan saham ARTO mengungguli kinerja saham kompetitornya seperti Allo Bank Indonesia (BBHI ) yang naik 9,17% dan Bank Neo Commerce (BBYB) yang naik 3,54%.

Saham-saham bank digital menguat signifikan pada 2-3 November 2023 setelah The Fed memutuskan untuk menahan kenaikan suku bunga. Dalam dua hari tersebut, ketiga saham digital itu juga terpantau diborong oleh asing dengan ARTO menjadi saham yang paling banyak diborong.

Total akumulasi net buy asing di saham ARTO dalam dua hari terakhir perdagangan pekan lalu mencapai Rp9,9 miliar. Sementara net buy asing di BBYB hanya Rp2,0 miliar dan di BBHI sebesar Rp1,02 miliar.

Apresiasi saham bank digital tersebut juga bertepatan dengan momentum rilis laporan keuangan untuk periode September 2023. Namun di tengah kondisi ekonomi dan pasar yang bergejolak akibat suku bunga tinggi serta tensi geopolitik, banyak kalangan turut mewanti-wanti risiko yaitu pemburukan kualitas kredit.

Menurut analis bank digital yang memiliki permodalan solid, risiko yang lebih diversifikasi dan terintegrasi dengan ekosistem, dinilai akan mampu bertahan terhadap potensi kenaikan NPL tersebut. 

JPMorgan menilai ARTO mampu mengelola risiko dengan baik melalui diversifikasi mitra penyaluran kredit.

“Jago saat ini sudah mampu mengelola kredit, kualitas aset, dan pinjaman kemitraan meskipun terdapat beberapa risiko. Manajemen risiko ini memberi kami keyakinan bahwa bank akan mampu melakukan eskalasi, sehingga kami OW [overweight] pada saham tersebut,” tulis JPMorgan dalam risetnya.

Kemampuan ARTO untuk mengelola kualitas aset juga menjadi sorotan Yuanta Sekuritas, dalam laporan risetnya, tim riset menuliskan bahwa kualitas kredit yang lebih terjaga turut menurunkan beban kredit. “Biaya kredit dapat diturunkan menjadi hanya 3,2% pada kuartal III/2023 dari 4,7% pada kuartal III/2022 dan puncaknya sebesar 6,2% pada kuartal II/2022,” tulis riset tersebut.

Merespons perbaikan dari kualitas aset pada ARTO, analis memberikan pandangan yang positif untuk harga sahamnya. JPMorgan memberikan rating overweight atau setara buy saham ARTO dengan target harga Rp 2.700 dan Ciptadana Sekuritas merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.800.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper