Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Menguat ke Rp15.679 kala Dolar AS Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp15.679 pada perdagangan hari ini, Selasa (10/10/2023).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp15.679 pada perdagangan hari ini, Selasa (10/10/2023).  JIBI/Himawan L Nugraha. rn
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp15.679 pada perdagangan hari ini, Selasa (10/10/2023). JIBI/Himawan L Nugraha. rn

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp15.679 pada perdagangan hari ini, Selasa (10/10/2023). Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah pagi ini, serta mayoritas mata uang Asia lainnya masih kebal terhadap dolar AS. 

Mengacu data Bloomberg yang dikutip Selasa, (10/10/2023) pukul 09.07 WIB, rupiah dibuka menguat 0,08 persen atau 13 poin ke level Rp15.679 per dolar AS, setelah ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau melemah 0,05 persen ke posisi 106,03 pada pagi ini.     

Adapun, beberapa mata uang Asia lainnya masih menguat terhadap dolar AS, misalnya dolar Hongkong menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,10 persen, dolar Taiwan melesat 0,51 persen, dan won Korea naik 0,47 persen.  

Selanjutnya, peso Filipina naik 0,15 persen, yuan China naik 0,16 persen, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, dan baht Thailand menguat 0,20 persen.

Sementara itu, mata uang yang melemah terhadap dolar AS pada pagi ini hanya yen Jepang yang terkoreksi 0,01 persen dan rupee India yang turun 0,03 persen.

Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi seiring dengan memanasnya kawasan Timur Tengah usai kelompok Hamas Palestina mengirim serangan dadakan ke Israel pada Sabtu (7/10/2023).

Kondisi ini pun dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Ketika harga minyak dunia melesat, lanjut Ibrahim, maka Indonesia perlu mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengimpor minyak mentah.

"Jika ketegangan ini berlanjut, maka biaya impor akan semakin mahal dan berarti BBM non subsidi akan semakin mahal. Kalau bahan bakar dinaikan, harga komoditas dalam negeri akan relatif lebih mahal. Hal ini yang membuat rupiah kembali melemah," tutur dia ketika dihubungi Bisnis, dikutip Selasa (10/10/2023). 

Adapun, Ibrahim memprediksi bahwa sentimen konflik Israel dan Palestina akan membuka potensi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah menuju ke kisaran Rp15.800 pada pekan ini.

Untuk hari ini, nilai rupiah diprediksi cenderung fluktuatif namun berpeluang ditutup melemah di rentang Rp15.680- Rp15.760 per dolar AS. 

Dihubungi terpisah, Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan bahwa terdepresiasinya rupiah terhadap mata uang AS juga menjadi imbas dari membaiknya data ekonomi AS, misalnya seperti data tenaga kerja AS yang berada di atas ekspektasi. 

"Hasil ini mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan AS masih solid dan mendukung kebijakan suku bunga tinggi AS untuk mengendalikan atau menurunkan inflasi ke target 2 persen," sambungnya. 

Selain itu, menguatnya indeks dolar AS juga ditopang oleh sentimen konflik kelompok Hamas Palestina dan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa. Kondisi ini akan membuat pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan adanya eskalasi konflik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper