Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PGEO-Chevron Garap PLTP Way Ratai, Potensi Listrik 105 MW

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bersama mitra konsorsiumnya PT Jasa Daya Chevron (Chevron) menggarap PLTP Way Ratai 105 MW.
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bersama mitra konsorsiumnya PT Jasa Daya Chevron (Chevron) menggarap PLTP Way Ratai 105 MW. /JIBI-Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bersama mitra konsorsiumnya PT Jasa Daya Chevron (Chevron) menggarap PLTP Way Ratai 105 MW. /JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup BUMN Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Jasa Daya Chevron (Chevron) menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Way Ratai sebesar 105 Megawatt (MW).

Sebelumnya pemerintah mengumumkan konsorsium PGEO memenangkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Way Ratai sebesar 105 Megawatt (MW).

Adapun, dalam proposal program kerja dokumen Penawaran Tahap Kedua Sampul 1 saat pelelangan wilayah kerja panas bumi Way Ratai, Lampung, PLTP Way Ratai diproyeksi beroperasi komersial pada 2032. 

Kedua perusahaan, PGEO dan Jasa Daya Chevron, menyepakati pembentukan badan usaha lokal baru untuk pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai. 

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi menyampaikan badan usaha tersebut akan secara resmi menjadi pemegang izin panas bumi atas wilayah kerja dan akan melakukan berbagai kegiatan pada tahap eksplorasi, termasuk berbagai pekerjaan survei dan pemboran eksplorasi. 

“Konsorsium ini menyusul keputusan Menteri ESDM yang dikeluarkan pada 12 Juni 2023,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/10/2023). 

Chevron dan PGE berharap dapat menemukan dan mengkonfirmasi sumber daya panas bumi, yang akan dikembangkan untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan sesuai dengan rencana ketenagalistrikan nasional yang ada saat ini. 

Konsorsium ini juga akan menjajaki pemanfaatan sumber daya panas bumi yang berpotensi membangun pusat produksi hidrogen hijau atau amonia hijau di Indonesia bagian barat untuk memasok pasar domestik dan ekspor.

PGEO bersama partner konsorsiumnya, Chevron Gheothermal menawarkan besaran komitmen eksplorasi hingga US$28,85 juta atau setara Rp431,01 miliar. Tawaran tersebut mengacu kesepakatan nilai eksplorasi sekitar US$7,59 – US$9,87 per kWh. 

WKP Way Ratai ditargetkan mencapai Commercial on Date (COD) pada tahun 2032. Meski demikian Pertamina Geothermal Energy dan Chevron memang sedang dalam proses pemenuhan regulasi pasca penetapan pemenang lelang WKP oleh KESDM untuk memulai kegiatan eksplorasi WKP Way Ratai. 

“PLTP tersebut memiliki potensi kapasitas sebesar 55 MW, sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero),” kata Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Bisnis PGEO Rachmat Hidayat kepada Bisnis, Minggu (24/9/2023).

Saat ini, PGEO memiliki total kapasitas sebesar 1.887 megawatt dari 13 wilayah kerja panas bumi dengan rincian 672 megawatt dari operasional sendiri dan 1.205 megawatt dari kontrak dengan klien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper