Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Saham Syariah Masih Lesu, Simak Potensi Penguatannya

Analis melihat peluang penguatan indeks syariah jika rebalancing yang dilakukan dapat menyaring saham-saham terbaik.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks-indeks Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan kinerja dibandingkan dengan pergerakan IHSG secara year-to-date (ytd). 

Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menjelaskan IHSG mengalami akselerasi 0,43 persen secara ytd. Namun di sisi lain, indeks-indeks syariah mengalami penurunan ytd hingga penutupan perdagangan Jumat (11/8/2023).

Index IDX Sharia Growth misalnya, memimpin pelemahan dengan koreksi 7,19 persen. Kemudian disusul pergerakan indeks IDX-MES BUMN 17 terkoreksi 6,30 persen, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,90 persen, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 4,34 persen, dan Indeks JII 70 turun 3,97 persen. 

Menurutnya, penurunan indeks syariah tidak terlepas dari performa saham (konstituen) yang tergabung di dalamnya.

Dia mencontohkan Indeks Syariah Growth terkoreksi paling dalam sejak awal tahun sebesar 7,19 persen akibat pergerakan harga saham dengan pembobotan terbesar kedua, yaitu UNVR dengan bobot 9,52 persen terhadap perhitungan indeks, mengalami koreksi -19,91 persen ytd. 

"Sementara itu, INCO dengan bobot terbesar ketiga sebesar 8,07 persen, mengalami kontraksi 10,28 persen YtD," ujar Ratih dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/8). 

Dia melanjutkan rotasi sektor, pembobotan, dan kinerja keuangan emiten yang turun menjadi penyebab indeks syariah mengalami penurunan. 

"Kinerja indeks syariah yang didalamnya terdapat banyak saham di sektor energi dan material dasar tentu akan tertekan. Pasalnya sektor energi dan material dasar secara YtD turun masing-masing 15,15 persen dan 8,67 persen," ucapnya. 

Ratih menuturkan penurunan tersebut sejalan dengan turunnya permintaan dan harga komoditas energi serta metal mining, akibat potensi melemahnya ekonomi global saat tren suku bunga tinggi di negara maju hingga akhir 2023. 

Ke depannya, dia melihat performa indeks syariah masih menarik asalkan rebalancing yang dilakukan dapat menyaring saham dengan performa yang paling baik dari masing-masing sektornya, tetapi dengan tetap memperhatikan kriteria Daftar Efek Syariah (DES). 

"Pelaku pasar juga dapat memanfaatkan peluang di tengah penurunan indeks syariah, asalkan dapat memilih sektor dan kinerja emiten yang paling unggul dalam indeks tersebut," katanya. 

Ajaib Sekuritas melihat terdapat beberapa trading plan saham pilihan yang dapat diperhatikan dalam Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menggunakan analisis teknikal untuk pekan depan. 

Saham-saham tersebut adalah TLKM dengan rekomendasi buy di area Rp3.800 dengan target harga pada resistance di level Rp3.940, serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 3.720. 

Kemudian saham ACES di area Rp700 dengan target harga pada resistance di level Rp750 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp670.

Terakhir adalah saham SMGR di area Rp6.725 dengan target harga pada resistance di level Rp7.000, serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp6.550.

----

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper