Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada BlackRock di Antara Lima Investor Asing yang Kerap Koleksi Saham GOTO

Beberapa investor asing terpantau masih gemar mengkoleksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setiap bulannya seperti BlackRock.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.
CEO GOTO Group, Patrick Walujo dalam acara peluncuran aplikasi Gopay di Jakarta, Rabu (26/7/2023) - Youtube Gopay.

Bisnis.com, JAKARTA – Rebalancing indeks MSCI global sudah terjadi dua bulan berlalu, akan tetapi beberapa investor asing terpantau masih gemar mengkoleksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setiap bulannya seperti BlackRock. Setidaknya, mengutip data Bloomberg, ada 5 investor asing yang tercatat rajin menambah kepemilikan saham GOTO sejak Juni 2023.

Jika dihitung secara kumulatif, kelima investor asing tersebut telah meningkatkan kepemilikan saham GOTO sebanyak hampir 1,7 miliar saham. Berikut ini adalah nama-nama beken yang memborong saham GOTO tersebut.

Di peringkat pertama ada BlackRock yang dikenal sebagai perusahaan investasi terbesar di dunia. Dana kelolaan BlackRock tercatat mencapai USD8,6 triliun. Saat terjadi rebalancing indeks MSCI global, BlackRock memborong sebanyak 18,7 miliar saham GOTO. Namun aksi borong BlackRock tidak berhenti di situ.

Pada Juni, total kepemilikan saham GOTO oleh fund manager asing tersebut naik 2 juta. Kemudian di periode Juli kepemilikannya meningkat lagi 199 juta dan di sepanjang Agustus BlackRock membukukan peningkatan kepemilikan saham GOTO sebanyak 5 juta. Secara kumulatif BlackRock telah mengkoleksi saham GOTO sebanyak 206 juta sejak Juni 2023.

Selanjutnya adalah Deutsche Bank, broker asing asal Jerman. Mengacu pada data Bloomberg, Deustche Bank menggenggam saham GOTO sebanyak 64 juta di Mei. Namun di Agustus kepemilikan saham GOTO oleh Deustche Bank meningkat drastis menjadi 756 juta.

Dengan demikian kepemilikan Deustche Bank atas saham GOTO telah naik 692 juta saham. Kenaikan tersebut terjadi pada Juni sebanyak 626 juta. Kemudian Deutsche Bank menambah 2 juta di Juli dan menambah 64 juta sepanjang Agustus ini.

Peringkat ketiga terdapat bank investasi asal Prancis yakni Credit Agricole yang terpantau mengkoleksi 652 juta saham GOTO sejak Juni lalu. Menariknya portofolio saham GOTO oleh Credit Agricole hanya di bawah 1 juta pada akhir Mei 2023. Namun pada Agustus melonjak mencapai 654 juta.

Peningkatan kepemilikan saham GOTO oleh Credit Agricole terjadi paling signifikan di Juni dan Juli 2023. Dalam kurun dua bulan, Credit Agricole mencatatkan kenaikan kepemilikan saham GOTO sebanyak 342 juta dan 307 juta saham. Sementara di sepanjang Agustus kepemilikannya naik 2 juta saham.

Pada baris keempat, ada nama Empirical Finance LLC. Perusahaan investasi dengan valuasi portofolio mencapai USD1,1 miliar ini juga getol membeli saham GOTO setiap bulan.

Di akhir Mei 2023, total investasi Empirical Finance di saham GOTO mencapai 293 juta. Kemudian di Juni meningkat menjadi 336 juta dan di akhir Juli menjadi 362 juta. Sementara di AGustus naik lagi menjadi 368 juta. Artinya Empirical Finance LLC telah memborong 75 juta saham GOTO sejak Juni.

Di tangga kelima ada nama Van Eck, investor asing yang terkenal dengan produk investasinya yaitu Exchange Traded Fund (ETF), juga rajin memborong saham GOTO. Pada akhir Mei 2023, kepemilikan Van Eck di saham GOTO masih 190 juta saham. Namun per 4 Agustus kepemilikannya meningkat menjadi 251 juta saham.

Peningkatan tersebut terjadi pada Juni sebanyak 15 juta saham, selanjutnya di Juli sebanyak 33 juta saham dan pada Agustus sebanyak 13 juta saham.

Fenomena penurunan harga saham GOTO yang terjadi belakangan ini ternyata tak menyurutkan nama-nama besar dari kalangan investor asing untuk terus menadah saham GOTO. Pasalnya mereka tercatat memanfaatkan momentum ini untuk memperbesar porsi kepemilikan dengan terus melakukan akumulasi.

Pada akhir bulan lalu, Senin (31/7/2023), saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mencatatkan transaksi sebesar Rp1,39 triliun di pasar negosiasi. 

Mengutip data D'Origin, terjadi transaksi crossing pada saham GOTO di pasar negosiasi sebesar Rp1,39 triliun. Transaksi ini terjadi pada harga Rp392 per saham atau di atas harga pasar reguler GOTO saat ini. 

Saham GOTO hari ini menjadi saham dengan volume perdagangan terbanyak, yakni sebesar Rp2,2 miliar saham.  Padahal ketika itu, Ssaham GOTO diperdagangkan pada level Rp109-Rp113 per saham. Saham emiten teknologi terbesar ini diperdagangkan sebanyak 13.434 kali, dengan volume 2,24 miliar saham, dan dengan nilai Rp248,3 miliar.

Hingga saat ini, GOTO memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp133,83 triliun. Sementara itu, investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp1,45 triliun di seluruh pasar. 

Broker JP Morgan dengan kode BK menjadi broker dengan penjualan saham GOTO terbanyak hari ini, sebesar 242,4 juta saham. Menyusul di belakangnya adalah KB Valbury Sekuritas dengan kode broker CP, dan Maybank Sekuritas dengan kode broker ZP. 

Sementara itu, kode broker YU menjadi broker dengan pembelian bersih saham GOTO terbanyak, yakni sebesar 644,7 juta saham. Pembelian bersih ini disusul broker berkode CC yakni Mandiri Sekuritas dan KZ dengan kode CLSA Sekuritas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper