Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Menguat Ditopang Kenaikan Saham Teknologi

Wall Street memperpanjang kenaikannya pada penutupan perdagangan Selasa (25/7/2023), terdorong kenaikan saham teknologi dan dan keputusan kebijakan The Fed.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA —  Indeks Wall Street memperpanjang kenaikannya pada penutupan perdagangan Selasa (25/7/2023), ketika para investor menunggu laporan pendapatan perusahaan teknologi besar dan keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve pada Rabu.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 26,83 poin atau 0,08 persen, menjadi menetap pada 35.438,07 poin. Indeks S&P 500 bertambah 12,82 poin atau 0,28 persen, menjadi berakhir di 4.567,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 85,69 poin atau 0,61 persen, menjadi ditutup di 14.144,56 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan real estat dan keuangan memimpin penurunan masing-masing dengan kehilangan 0,74 persen dan 0,73 persen. Sementara itu, sektor material dan teknologi memimpin penguatan dengan masing-masing naik 1,76 persen dan 1,19 persen.

Saham-saham AS berakhir lebih tinggi pada Selasa (25/7/2023), dengan investor mencerna hasil laba beragam dari perusahaan-perusahaan ternama seperti General Motors dan General Electric. Sementara itu, investor sedang menunggu hasil dari raksasa teknologi seperti Microsoft dan induk Google Alphabet setelah penutupan pasar untuk mengukur apakah semua antusiasme seputar kecerdasan buatan (AI) akan membenarkan reli pasar baru-baru ini.

"Investor ingin mendengar dari Alphabet dan Microsoft tentang bisnis cloud mereka, dampak berkelanjutan dan penggunaan AI dan pandangan umum mereka untuk pasar Amerika dan global," kata David Sekera, kepala strategi pasar AS di Morningstar, sebagaimana dikutip Antara.

Dari 130 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan kuartal kedua sejauh ini, sekitar 79 persen telah melampaui ekspektasi para analis, menurut data FactSet.

Hampir 170 perusahaan di S&P 500 akan menyampaikan laporkan keuangan minggu ini, dengan investor mengandalkan pendapatan untuk membuat keputusan ke mana harus pergi. Itu terutama berlaku untuk saham terkait AI.

"Sejauh tahun ini, kapitalisasi pasar teknologi global gabungan telah naik sebesar 6 triliun dolar AS, yang kami perkirakan saham terkait AI telah menyumbang sekitar 2 triliun dolar AS. Kami tidak berpikir AI adalah gelembung mengingat kasus penggunaan yang jelas dan visibilitas jangka panjang yang solid, tetapi merekomendasikan investor untuk mempertimbangkan perusahaan dengan tren monetisasi yang jelas," menurut analisis yang diterbitkan oleh UBS Global Wealth Management pada Selasa (25/7/2023).

Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa (25/7/2023), dengan para pedagang sangat bertaruh bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada Rabu waktu setempat.

Banyak analis percaya bahwa kenaikan yang diharapkan secara luas mungkin menjadi yang terakhir dalam siklus pengetatan Fed, karena tekanan harga terus mereda akhir-akhir ini.

Sementara penurunan inflasi mendukung ekspektasi untuk perubahan arah Fed pada kebijakan moneternya, itu juga menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba nominal, kata Mike Wilson, Kepala Investasi dan Strategi Ekuitas AS di Morgan Stanley.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper