Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jadwal Pakuwon Jati (PWON) Tebar Dividen Rp6,5 per Saham

Pakuwon Jati (PWON) menetapkan tanggal cum dividen dan ex dividen di pasar regular dan pasar tunai masing-masing pada 12 Juli dan 11 Juli 2023.
Mal Kota Kasablanka, salah satu pusat perbelanjaan yang dimiliki PT Pakuwon Jati Tbk./pakuwonjati.com
Mal Kota Kasablanka, salah satu pusat perbelanjaan yang dimiliki PT Pakuwon Jati Tbk./pakuwonjati.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) bersiap membagikan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp313 miliar atau setara Rp6,5 per saham pada Juli ini. 

PWON telah mengantongi restu pemegang saham mengenai pembagian dividen ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Juni 2023. Dividen tahun buku 2022 setara 20 persen dari laba bersih yang mencapai Rp1,53 triliun pada tahun lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Selasa (4/7/2023), PWON menetapkan tanggal cum dividen dan ex dividen di pasar regular dan pasar tunai masing-masing pada 12 Juli dan 11 Juli 2023.

Kemudian, berlanjut cum dividen di pasar tunai pada 12 Juli 2023, dan ex dividen di pasar tunai pada 13 Juli 2023. Adapun tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai PWON ditetapkan pada 12 Juli 2023, lalu dividen akan dibayarkan pada 27 Juli 2023.

Per 31 Desember 2022, Pakuwon mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,98 triliun sepanjang 2022. Pendapatan ini meningkat 4,79 persen dari Rp5,71 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY).

Recurring revenue atau pendapatan berulang Pakuwon mencapai Rp3,87 triliun sepanjang 2022. Pendapatan tersebut meningkat 43,5 persen dari Rp2,69 triliun secara YoY.

Adapun recurring revenue berkontribusi sekitar 64,71 persen dari total pendapatan. Sementara untuk pendapatan pembangunan atau development revenue memiliki porsi sekitar 35,28 persen.

Recurring revenue Pakuwon berasal dari retail mal sebesar Rp2,64 triliun atau naik 37 persen, office leasing sebesar Rp300 miliar atau naik 13 persen, dan pendapatan hospitality sebesar Rp929 miliar atau naik 85 persen.

Sementara untuk development revenue Pakuwon mengalami penurunan 29,8 persen sepanjang 2022. Development revenue PWON mencapai Rp2,11 triliun atau turun dari Rp3,01 triliun.

Beban pokok pendapatan Pakuwon tercatat mencapai Rp2,76 triliun. Jumlah ini turun 6,12 persen dari Rp2,94 triliun secara YoY.
Setelah dikurangi berbagai beban yang diefisienkan, Pakuwon mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,53 triliun sepanjang 2022. Laba tersebut meningkat 11,30 persen dari Rp1,38 triliun secara YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper