Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba SCMA Ambles 76,59 Persen Akibat Pengembangan Platform Vidio dan FTA

Kinerja laba Grup Emtek, SCMA mengalami tekanan akibat tingginya beban program dan siaran untuk pengembangan platform Vidio dan FTA.
Kinerja laba Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) mengalami tekanan akibat tingginya beban program dan siaran untuk pengembangan platform Vidio dan FTA.
Kinerja laba Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) mengalami tekanan akibat tingginya beban program dan siaran untuk pengembangan platform Vidio dan FTA.

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) mengalami penurunan laba bersih 76,59 persen per kuartal I/2023 akibat tingginya beban siaran untuk platform Vidio, dan program Free To Air (FTA).

Direktur SCMA Rusmiyati Djajaseputra mengatakan beban program dan siaran untuk platform Vidio digunakan untuk memperkuat layanan pada konten seperti sports premium, sampai Liga Inggris.

“[Peningkatan] dalam rangka meningkatkan jumlah pengguna berbayar di platform Vidio,” ujar  Rusmiyati dalam paparan publik, Rabu (14/6/2023).

Sementara untuk program FTA, dia mengatakan terjadi peningkatan beban untuk penambahan jumlah episode baru FTV, dan sinetron demi mempertahankan posisi SCTV dan Indosiar sebagai salah satu dari 3 stasiun TV terbesar di Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan pendapatan dari FTA mengalami penurunan sekitar 7,7 persen, sedangkan untuk segmen digital mengalami kenaikan 28 persen secara YoY per kuatal I/2023.

Meski demikian, dia menyebut secara total pendapatan segmen FTA masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 80 persen dari total pendapatan SCMA secara konsolidasi.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, SCMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,52 triliun. Pendapatan ini turun 0,35 persen dari Rp1,53 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY).

Secara rinci, pendapatan iklan sebesar Rp1,59 triliun atau turun 1,52 persen, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp228,34 miliar atau naik 6,06 persen. Pendapatan tersebut kemudian mendapatkan potongan penjualan sebesar Rp294,66 miliar, sehingga total pendapatan SCMA sebesar Rp1,52 triliun.

Meski terjadi penurunan pendapatan, beberapa pos beban SCMA tercatat meningkat. Diantaranya beban program dan siaran meningkat 19,59 persen menjadi Rp969,21 miliar, beban usaha naik 3,60 persen, dan beban operasi lainnya meningkat 1.260 persen menjadi Rp51,77 miliar.

SCMA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 76,59 persen dari Rp284,84 miliar menjadi Rp66,66 miliar per kuartal I/2023.

Adapun hingga akhir Maret 2023, SCMA mencatatkan total aset senilai Rp10,63 triliun. Total tersebut turun dari Rp10,95 triliun dibandingkan akhir Desember 2022.

Total liabilitas SCMA mencapai Rp1,91 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini turun dari Rp2,24 triliun per 31 Desember 2022.

Sementara itu, jumlah ekuitas SCMA mencapai Rp8,71 triliun sampai kuartal I/2023. Ekuitas tersebut naik dari Rp8,79 triliun dibandingkan akhir 2022.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi penurunan 9,75 persen dari Rp2,54 triliun menjadi Rp2,29 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper