Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Turun Tipis, Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed

Indeks Wall Street turun tipis, pada penutupan perdagangan Senin (1/5/2023) investor menanti kebijakan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada pekan ini.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Wall Street turun tipis, pada penutupan perdagangan Senin (1/5/2023) waktu setempat, karena investor masih wait and see mengamati kabar lelang First Republic Bank dan juga soal keputusan kenaikan suku bunga The Fed yang akan diumumkan pada pekan ini.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 46,46 poin, atau 0,14% ke level 34.051,7, S&P 500 turun 1,61 poin, atau 0,04% ke level 4.167,87; dan Nasdaq Composite turun 13,99 poin, atau 0,11% ke level 12.212,60.

Indeks perbankan regional KBW turun 2,7%, sementara saham JPMorgan Chase & Co (JPM.N), yang memenangkan lelang pemberi pinjaman First Republic, naik 2,1%.

JPMorgan akan membayar $10,6 miliar kepada Federal Deposit Insurance Corp AS untuk mengendalikan sebagian besar aset bank rwgional tersebut.

Investor masih mengkhawatirkan kesehatan sistem perbankan setelah runtuhnya dua bank regional lainnya pada bulan Maret.

"Mudah-mudahan ini adalah yang terakhir dari krisis perbankan, tetapi sesuatu yang lain mungkin muncul di beberapa titik," kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.

Pengamat pasar juga mencerna berita ekonomi terbaru, yang menyarankan beberapa orang bahwa Fed mungkin perlu mempertahankan siklus pengetatan suku bunganya untuk waktu dekat.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada hari Senin PMI manufakturnya naik bulan lalu dari bulan Maret.

The Fed, yang telah menaikkan suku bunga untuk mendinginkan inflasi beberapa waktu belakangan, diperkirakan akan menaikkan suku bunga tambahan 25 basis poin pada hari Rabu (3/5/2023) pekan ini.

Laporan keuangan yang positif baru-baru ini dari Alphabet Inc., Microsoft Corp dan Meta Platforms Inc (META.O) membantu benchmark S&P 500 membukukan kenaikan kedua bulan berturut-turut pada penutupan perdagangan hari Jumat (28/4/2023).

Indeks teknologi S&P 500 naik 0,2% pada hari Senin, mengimbangi beberapa kelemahan hari itu.

Tim Ghriskey melanjutkan, laporan keuangan emiten yang dirilis baru-baru ini memberikan optimisme baru bagi investor. Pada kuartal I/2023, perusahaan yang ada pada S&P 500 sebagian besar lebih baik dari ekspektasi, sedikit meredakan kekhawatiran ekonomi yang tengah mengintai.

"Kami memiliki pendapatan yang relatif baik dibandingkan ekspektasi. Analis untuk saat ini telah mundur dari perkiraan yang lebih rendah," katanya.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,24 miliar saham, dengan rata-rata 10,37 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper