Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jika Banyak Gejolak, Sinarmas Sekuritas Pasang Target IHSG 6.869

Sinarmas Sekuritas juga mematok target IHSG akhir 2023 di level 7.100 apabila tidak ada gejolak di pasar global maupun dalam negeri.
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (6/3/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Sinarmas Sekuritas menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju konservatif di level 6.869 pada akhir tahun ini apabila terdapat sejumlah guncangan di pasar saham. Beberapa sentimen mewarnai laju IHSG seperti musim laporan keuangan kuartal 1-2023, pemangkasan produksi OPEC+, arah suku bunga The Fed, dan kondisi pemilu.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati masih optimistis terhadap target IHSG walaupun pada kuartal I/2023 banyak kejutan dari kondisi ekonomi terutama yang berasal dari global. 

“Target IHSG 6.869 karena kondisi fluktuatif dan banyak kejutan, proyeksi tidak ada perubahan bisa ke level 7.100 [akhir tahun] kalau tidak ada kejutan,” katanya, Sabtu (15/4/2023). 

Ike Widiawati mengatakan saat ini pasar akan memperhatikan rencana OPEC+ untuk memangkas produksi minyak mentah yang mengakibatkan harga minyak akan melambung dan memanaskan inflasi. 

Selain itu, pasar masih berekspektasi bahwa pertemuan The Fed pada Mei mendatang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps sebelum pada semester II akan mulai menahan suku bunga di level 6,75 persen hingga 7 persen. 

Market pada semester II berharap suku bunga akan flat atau tidak ada kenaikan lagi, walaupun ada itu hanya 1 kali karena tingkat inflasi sudah mulai stabil,” jelas Ike. 

Kemudian situasi pemilu akan meningkatkan konsumsi masyarakat yang akan berdampak pada saham-saham konsumsi dan retail. Namun, meskipun ada sentimen dari domestik seperti kondisi jelang pemilu pada semester II/2023, hal tersebut tidak akan banyak menopang IHSG karena mayoritas pendorong IHSG saat ini adalah sentimen dari global. 

Sementara itu, Ike menyebutkan bahwa saat ini saham-saham jangka pendek menjadi lebih menarik karena kondisi ekonomi memiliki perubahan yang cepat dan tidak dapat diprediksi. Saham jangka pendek tersebut lebih menarik karena investor akan cenderung fleksibel dalam melakukan rotasi sektor. 

“Ada tren baru terus, kebijakan baru juga maka sektor yang berpotensi profit berubah lagi,” imbuhnya. 

Hingga pertengahan Mei nanti, Ike merekomendasikan saham dari bank-bank papan atas. Namun untuk ke depan, sektor energi yang berkaitan dengan minyak mentah dan batu bara menjadi lebih menarik seperti ADRO, ITMG dan BYAN. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper