Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ANTM Pecut Produksi Feronikel hingga 27.201 TNi Pada Tahun 2023

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menargetkan produksi dan penjualan feronikel dapat mencapai 27.201 ton pada 2023.
Kantor Unit Bisnis Pertambangan Nikel PT Aneka Tambang Tbk. di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara./Bisnis-Akhirul Anwar
Kantor Unit Bisnis Pertambangan Nikel PT Aneka Tambang Tbk. di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara./Bisnis-Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menargetkan produksi dan penjualan feronikel dapat mencapai 27.201 ton pada 2023.

Angka tersebut bertambah 12 persen dari capaian produksi unaudited feronikel pada tahun 2022 lalu yang sebesar 24.334 ton, serta capaian penjualan unaudited tahun 2022 sebesar 24.210 ton. 

Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menyebut hal ini dilakukan dalam rangka optimalisasi emiten berkode ANTM ini, dalam aspek penjualan dan produksi pada tahun 2023 ini.

"Untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien," kata Faisal dalam keterangan resmi pada Kamis (16/2/2023).

Target produksi dan penjualan feronikel yang ditetapkan turut memperhitungkan tingkat utilisasi dan kestabilan operasi pabrik feronikel Antam di Kolaka, Sulawesi Tenggara serta kontribusi produksi dari pabrik feronikel Antam di Halmahera Timur, Maluku Utara yang akan beroperasi pada semester kedua tahun 2023.

Lalu mengenai penyelesaian proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur, Faisal menyebut kini sudah pada tahap penyelesaian. Sementara, infrastruktur pendukung pabrik mencapai tahap konstruksi proyek.

Lebih lanjut Faisal menyebut, pihaknya juga tengah melakukan pengadaan listrik pabrik feronikel tersebut, berupa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PT PLN) yang perjanjiannya telah ditandatangani pada bulan Maret 2022 lalu.

Penyalaan pembangkit listrik tahap pertama sebesar 15 megawatts (MW) telah dimulai pada bulan Desember 2022. Selanjutnya proses penyalaan pembangkit listrik tahap kedua dengan daya total 75 MW direncanakan akan dilaksanakan pada triwulan pertama tahun 2023 yang akan dilanjutkan dengan rangkaian fase commissioning pembangkit dan pabrik feronikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper