Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Masih Bullish kala Suku Bunga Mengalami Kenaikan

Harga emas diperkirakan masih dalam tren kenaikan setelah Federal Reserve AS memberikan sinyal dovish terkait dengan kebijakan suku bunganya.
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas diperkirakan masih dalam tren kenaikan setelah Federal Reserve AS memberikan sinyal dovish terkait dengan kebijakan suku bunganya.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (19/1/2023), harga emas spot terpantau naik ke US$1.909 per troy ons. Sementara itu, harga emas comex naik 3,30 poin atau 0,17 persen ke US$1.910 per troy ons.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, saat ini pasar melihat The Fed akan lebih dovish pada pertemuan berikutnya, meski kemungkinan masih akan ada kenaikan suku bunga tiga kali lagi.

“Kemungkinan masih akan ada kenaikan suku bunga Fed Funds Rate [FFR] tiga kali lagi, di awal Februari dan Maret, masing-masing 25bps menjadi 5,0 persen,” ujarnya kepada Bisnis.

Dengan demikian, tren harga emas mungkin masih bisa berpotensi naik. Namun, menurutnya, kenaikan harga emas tidak akan terlalu besar menembus US$2.000 per troy ons, hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi terjadinya resesi di AS.

Selain itu, Tim Analis MIFX menyebutkan bahwa kenaikan harga emas disebabkan oleh outlook melemahnya dolar AS. Indeks dolar AS hingga pukul 14.45 WIB tercatat turun 0,15 persen ke 102,20.

“Pelemahan dolar AS dipicu oleh turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS, serta pernyataan yang cenderung dovish dari Fed Harker dan Fed Logan,” jelasnya dalam riset.

Sebelumnya, sejumlah pejabat The Fed memberikan isyarat bahwa mereka akan mendorong kenaikan suku bunga lebih banyak, sementara Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan mengatakan lebih mendukung laju pengetatan yang lebih lambat.

Pelaku pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 31 Januari-1 Februari the Fed. Tahun lalu, bank sentral Amerika mulai memperlambat laju kenaikannya menjadi 50 basis poin pada pertemuan Desember setelah empat kenaikan berturut-turut sebesar 75 basis poin.

Suku bunga yang lebih rendah akan cenderung meningkatkan daya tarik pada emas karena menurunkan opportunity cost untuk memegang aset yang tanpa imbal hasil itu.

MIFX memperkirakan harga emas berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support di US$1.904, karena berpotensi bergerak naik membidik resistance terdekat di US$1916.

Namun, jika harga emas bergerak turun hingga menembus ke bawah level US$1.904, emas berpeluang dijual karena berpotensi turun lebih lanjut menguji support selanjutnya di US$1.896 per troy ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper