Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waskita Karya (WSKT) Terima Pembayaran Proyek Rp15,7 Triliun Sepanjang 2022

Sepanjang tahun 2022, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) catatkan pencairan termin proyek Rp15,7 triliun.
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) berhasil mempercepat pembayaran termin proyek senilai Rp1,4 triliun sepanjang Desember 2022. Adapun WSKT mencatatkan pencairan termin sebesar Rp15,7 triliun sepanjang 2022.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan WSKT telah memenuhi target pencairan termin  Rp15 triliun pada 2022. Bahkan WSKT melebihi target dengan perolehan Rp15,7 triliun.

“Perseroan berhasil mencatatkan pencairan termin sebesar Rp15,7 Triliun sampai dengan Desember 2022 atau telah mencapai dari total target pencairan termin Rp10 triliun sampai 15 Triliun pada 2022,” ujar Wiwi, Selasa (10/1/2023).

Adapun sebanyak 62 persen dari pencairan termin tersebut akan dialokasikan untuk menurunkan level utang kredit modal kerja, dan pemenuhan kewajiban finansial Master Restructuring Agreement (MRA). Kemudian sisa 38 persen pencairan termin akan digunakan untuk biaya operasional WSKT.

Wiwi menyebut capaian termin merupakan hasil dari implementasi Account Receivable War Room. Hal ini merupakan salah satu upaya transformasi bisnis WSKT yang dilakukan sejak September 2021.

“Perseroan akan terus berkomitmen untuk memperbaiki kondisi arus kas, melakukan penurunan kewajiban keuangan serta memastikan kecukupan pendanaan untuk proyek berjalan,” ujar Wiwi.

Per kuartal III/2022, WSKT memiliki 12 investasi pada jalur tol dengan nilai Rp84 triliun dari total investasi Rp182 triliun. Total panjang tol tersebut mencapai 843 kilometer dengan 195 kilometer atau 23 persen sudah beroperasi. Kemudian sepanjang 648 kilometer atau 77 persen masih dalam fase pembangunan.

Beberapa portofolio jalan tol milik WSKT adalah Pasuruan-Probolinggo sepanjang 44 kilometer, Krian-Legundi-Bunder-Manyar sepanjang 38 kilometer, Bogor-Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 kilometer, dan Kayu Agung-Palembang -Betung 112 kilometer. Adapun WSKT memiliki porsi kepemilikan hingga 99,90 persen untuk keempat proyek tersebut.

Per Desember 2022, WSKT berhasil menjual 4 ruas tol dengan total nilai Rp9,73 triliun. Ruas tol yang berhasil dilepas kepemilikannya oleh WSKT, yakni ruas tol Cimanggis–Cibitung secara parsial kepada SMI dengan nilai transaksi Rp339 miliar pada Juni 2022.

Kemudian terdapat ruas tol Kanci–Pejagan dan Pejagan–Pemalang kepada Indonesia Investment Authority [INA] dengan nilai transaksi Rp5,8 triliun pada September 2022.

WSKT juga melepas 39,77 persen saham di ruas tol Semarang-Batang kepada Kings Bless Limited (KBL), anak usaha Road King Expressway (RKE), sebuah perusahaan infrastruktur dari China, dengan total nilai Rp3,8 triliun.

Adapun WSKT melalui anak usahanya, yakni Waskita Toll Road memiliki saham di setiap ruas tol. Kepemilikan Waskita Toll Road melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebagai pemegang konsesi pengelolaan ruas–ruas tol tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper