Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengukur Laju Cuan Jasa Marga saat Momentum Natal dan Tahun Baru

Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) kiranya masih bakal mendapatkan tambahan cuan guna memoles kinerja tahun buku 2022.
Kepadatan kendaraan di GT Cikampek Utama 2, Jumat (6/5/2022) / Jasa Marga
Kepadatan kendaraan di GT Cikampek Utama 2, Jumat (6/5/2022) / Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) kiranya masih bakal mendapatkan tambahan cuan guna memoles kinerja tahun buku 2022 berkat momentum mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

JSMR memprediksi sebanyak 2,73 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023. Jumlah itu diprediksi meningkat 8,4 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas periode normal.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan arus lalu lintas diprediksi akan terjadi di 4 gerbang utama dengan distribusi 47 persen ke arah timur Pulau Jawa, 30,6 persen ke arah barat Pulau Jawa, dan 22,5 persen ke arah selatan Pulau Jawa.

"Prediksi di 4 gerbang utama mencapai 2,73 juta kendaraan atau naik 2,6 persen terhadap Nataru 2021 sebesar 2,6 juta dan juga terhadap [kondisi] normal yang kita ambil Juni lalu 8,4 persen di mana normalnya 2,5 juta," ujar Surbakti belum lama ini.

Kenaikan arus lalu lintas jelang Nataru ini bakal turut mendongkrak kinerja JSMR. Emiten dengan pangsa pasar tol 51 persen ini konsisten menjaga kinerja positif hingga kuartal III/2022, salah satunya dengan berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar 34,4 persen dibandingkan dengan kuartal III/2021.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1 triliun tumbuh 34,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp749,4 miliar.

Kinerja JSMR mengalami peningkatan yang tercermin dari pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp10,2 triliun atau tumbuh 23,7 persen yang merupakan kontribusi dari kinerja pendapatan tol sebesar Rp9,3 triliun atau naik 22,6 persen dan kinerja pendapatan usaha lain sebesar Rp892,1 miliar atau naik 36,3 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Perseroan saat ini mengelola total 50 persen jalan tol operasi di seluruh Indonesia atau sepanjang 1.260 Km dari total konsesi jalan tol yang dimiliki Perseroan sepanjang 1.809 Km.

Dalam mengelola proyek jalan tol yang ditargetkan selesai secara bertahap pada periode 2022-2025, Jasa Marga Marga berkomitmen mencapai target yang sudah ditetapkan dengan seoptimal mungkin, tetap mengendalikan aktivitas konstruksi jalan tol dengan membangun secara bertahap.

Keenam proyek jalan tol tersebut adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan untuk Paket III Sukabungah-Sadang dan Paket II Setu-Sukabungah, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri untuk Seksi Kediri-Kertosono, Jalan Tol Bogor Ring Road untuk Seksi Simpang Semplak-Junction Salabenda, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi untuk Seksi Probolinggo-Besuki, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Jalan Tol Gedebage-Cilacap untuk Seksi Gedebage-Garut Utara.

Selain itu, Jasa Marga juga masih menyimpan rencana-rencana aksi korporasi yang cukup ciamik pada tahun depan, mulai dari pencarian investor strategis tolnya hingga rencana pengumpulan dana berbasis ekuitas melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha barunya.

Terbaru, JSMR juga tengah mencari investor strategis mengerjasamakan tol yang dimilikinya. Salah satu yang santer terdengar yakni adanya Astra Infrastruktur dan Indonesia Investment Authority (INA) sebagai salah satu investor strategis yang menjajal potensi-potensi tersebut.

Group CEO Astra Infra Firman Yosafat Siregar menegaskan Astra Infra ingin mengembangkan kemampuannya dari waktu ke waktu untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol. Adapun soal metodenya, Yosafat menyatakan bahwa itu bergantung pada situasinya.

"Sampai hari ini Astra Infra memang masih memilih strategi untuk melakukan akuisisi jalan tol yang sudah beroperasi. Jadi kami tekankan, kami sangat ingin dan berminat untuk terus membantu berperan menyelenggarakan infrastruktur demi pembangunan berkelanjutan di Indonesia," kata Yosafat.

Terlebih, Jasa Marga juga baru-baru ini telah menuntaskan pemisahan (spin off) sekaligus pengalihan kepemilikan saham atas 13 ruas tol Trans Jawa kepada PT Jasamarga Tol Transjawa (JTT), yang terdiri atas 4 ruas tol Divisi Regional Jasamarga Transjawa Tollroad yakni Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci, Semarang ABC, dan Surabaya-Gempol.

Kemudian, 9 ruas tol anak usaha dan JV pada jalan tol layang MBZ, Batang-Semarang, Semarang Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan, Pandaan-Malang dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,11 triliun.

Corporate Finance dan Investor Relation Senior Group Head Jasa Marga Haning Pangastuty menerangkan Jasa Marga masih dalam tahap pencarian skema pendanaan berbasis ekuitas.

"Kami masih dalam tahap pencarian skema equity financing, masih koordinasi berbagai pihak terkait, terutama pemilik kebijakan. Saat ini masih persiapan, kami targetkan di 2023 bisa terealisasi," jelasnya kepada Bisnis.

Lebih jauh, JSMR juga menilai kinerja 2023 masih dapat bertumbuh lebih tinggi. Alasannya, pergerakan masyarakat yang sudah kembali normal dan bertumbuh tetap dapat menjadi katalis positif kenaikan kinerja emiten berkode JSMR ini. Targetnya pun trafik dapat bertumbuh lebih dari 10 persen pada tahun depan.

"Ranging masih dalam koridor CAGR [compound annual growth rate] kami biasanya lebih dari 10 persen, masih targetkan begitu. Insya Allah, di 2023 keseluruhan bisa tercapai sesuai target kita," terangnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan dari portofolionya, tol-tol dalam kota yang sudah masuk tahap mature atau cukup, bisa bertumbuh hingga 2 persen per tahun. Sementara itu, ruang-ruang pertumbuhan trafik masih mungkin terjadi pada tol-tol baru yang dioperasikan oleh JSMR yang mampu bertumbuh di atas 10 persen.

Haning menegaskan masih mengandalkan ruas tol Trans Jawa dan area Metropolitan sebagai pengumpul pundi-pundi Jasa Marga. Dia juga memamerkan trafik hingga akhir tahun sudah bertumbuh di atas 20 persen.

Analis Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) Marshal Tatuhas dan Yogie Perdana dalam risetnya menaikkan peringkat JSMR dan dan Obligasi Berkelanjutan II menjadi “idAA” dari sebelumnya“idAA-”.

Seiring dengan kenaikan peringkat tersebut, kami merevisi prospek peringkat JSMR menjadi “stabil” dari sebelumnya “positif”. Kenaikan peringkat ini mencerminkan perbaikan profil keuangan JSMR sebagai hasil dari upaya Perusahaan menurunkan tingkat utang melalui rencana aksi korporasi yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.

"Dikombinasikan dengan peningkatan pendapatan yang berasal dari kenaikan volume lalu lintas dan tarif jalan tol. Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari Pemerintah untuk menyelesaikan proyek jalan tol, posisi dominan JSMR pada sektor jalan tol, portofolio jalan tol yang terdiversifikasi dengan periode konsesi yang panjang, dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat," ungkapnya.

Pefindo menegaskan peringkat dapat diturunkan jika melihat melemahnya dukungan pemerintah yang diindikasikan oleh divestasi material, atau jika JSMR mengalami pelemahan rasio perlindungan arus kas akibat dari pendapatan yang lebih rendah dikarenakan penurunan tajam dalam volume lalu lintas dan/atau jika ada penambahan utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan.

Equity Research Analyst Samuel Sekuritas Indonesia Abraham Timothy mengamini prospek Nataru bagi JSMR. Perseroan juga mendapatkan keuntungan tambahan dari divestasi tol PT Jasa Marga Jalanlayang Cikampek

"Kami yakin masih ada prospek yang relatif menarik, dengan kemungkinan lonjakan trafik saat Natal dan Tahun Baru liburan, serta rencana perusahaan menaikkan tarif di empat ruas tol sebesar 6--7 persen sesuai dengan tingkat inflasi selama dua tahun terakhir," terangnya.

JSMR akan menerima keuntungan tambahan di kuartal IV/2022 dari divestasi 40 persen saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek; menurut perhitungan Samuel Sekuritas, JSMR akan menerima keuntungan tambahan sebesar Rp1,8 triliun dari transaksi ini.

Samuel Sekuritas kemudian menyematkan rekomendasi beli terhadap saham JSMR dengan target harga pada Rp5.040 per sahamnya. Nilai tersebut merepresentasikan P/B ratio sebesar 1.3 kali, dengan proyeksi laba bersih Rp2,65 triliun. ROE 10 persen dan ROA 2,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper