Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Potensi Santa Claus Rally Masih Ada, Rekomendasi Reksa Dana Saham

Investor dapat memanfaatkan potensi terjadinya reli sinterklas atau santa claus rally menjelang akhir tahun untuk masuk ke reksa dana saham.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Desember 2022  |  10:10 WIB
Potensi Santa Claus Rally Masih Ada, Rekomendasi Reksa Dana Saham
Investor dapat memanfaatkan potensi terjadinya reli sinterklas atau santa claus rally menjelang akhir tahun untuk masuk ke reksa dana saham.

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja reksa dana saham terpantau menguat selama sepekan belakangan. Investor dapat memanfaatkan momen reli sinterklas atau santa claus rally pada akhir tahun untuk masuk ke instrumen ini.

Berdasarkan laporan Infovesta Utama pada Senin (19/12/2022), kinerja reksa dana saham pada periode 9 - 16 Desember 2022 terpantau naik 0,84 persen. Meski demikian, kinerja reksa dana saham secara year to date (ytd) masih berada di zona negatif sebesar 1 persen.

Kenaikan pada reksa dana saham selama sepekan belakangan sejalan dengan reli pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tercatat, IHSG bergerak positif dan mengalami kenaikan sebesar 1,45 persen ke level 6.812,19 sepanjang pekan lalu.

Infovesta menjelaskan kenaikan pada IHSG dipengaruhi oleh data Neraca Perdagangan Indonesia yang masih surplus sebesar US$5,16 miliar.

“Meski hasil tersebut melandai dibandingkan bulan sebelumnya senilai US$5,67 miliar, catatan tersebut masih tetap berada di atas ekspektasi pasar,” demikian kutipan laporan tersebut.

Penurunan neraca perdagangan sejalan dengan ekspor dan impor yang turut terkoreksi. Hal ini disebabkan oleh turunnya permintaan global akibat masih tingginya inflasi, turunnya harga komoditas, dan kebijakan lockdown yang diberlakukan China.

Sedangkan dari sentimen eksternal, rilis data penjualan ritel AS menurun sebesar 6,5 persen year on year (yoy) pada November dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 8,27 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya penjualan furnitur, bahan bangunan, dan kendaraan bermotor.

“Penurunan tersebut mencerminkan perlambatan inflasi serta perubahaan pembelian konsumen,” lanjutnya.

Seiring dengan sentimen – sentimen tersebut, Infovesta menyarankan investor untuk tetap memperhatikan pergerakan IHSG. Investor juga dapat memanfaatkan adanya potensi terjadinya reli sinterklas atau santa claus rally menjelang akhir tahun untuk masuk ke reksa dana saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG santa claus rally saham reksa dana saham
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top