Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kolaborasi TJSL BUMN, Abipraya Kelola Sampah Terpadu di Likupang

Brantas Abipraya berkolaborasi dengan 30 BUMN dalam melaksanakan kampanye "Gerakan Bersih-bersih Pantai".
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 09 Desember 2022  |  12:41 WIB
Kolaborasi TJSL BUMN, Abipraya Kelola Sampah Terpadu di Likupang
Foto: Kolaborasi TJSL BUMN, Abipraya Kelola Sampah Terpadu di Likupang
Bagikan

Bisnis.com, MINAHASA - Sebagai wujud dari komitmen dan kontribusi sosialnya, PT Brantas Abipraya (Persero) berkolaborasi bersama 30 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya melaksanakan kampanye “Gerakan Bersih-bersih Pantai” yang merupakan bagian dari Pencanangan Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Olah Sampah di  Likupang. Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Bakti BUMN sebagai dimulainya program inipun digelar pada Kamis, 8 Desember 2022 di Likupang, Minahasa Utara.

“Brantas Abipraya bersama BUMN lainnya membangun Rumah Bakti ini sebagai ruang bersama antara masyarakat, Pemerintah Desa, BUMDes (sebagai pengelola Bank Sampah), serta pihak terkait lainnya untuk mengembangkan area wisata wilayah Likupang,” ujar Miftakhul Anas selaku Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya. 

Ditambahkan Anas, selain pembangunan Rumah Bakti dalam kolaborasi ini Brantas Abipraya bersama BUMN lainnya juga menghibahkan motor pengangkut sampah untuk mendukung kegiatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang sudah ada. Tak hanya itu dalam program ini BUMN juga menyumbangkan tempat sampah pilah (dua unit/set) sebanyak 50 unit, di sekitar Pantai Likupang. Mempercantik Likupang, beberapa spot instagrammable-pun dibangun untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung dan berswafoto dan kegiatan pencanangan program dengan Gerakan Bersih Pantai.

Program ini nantinya akan memberikan nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan dengan prinsip terintegrasi, terarah, terukur dampanya dan akuntabel. Bukannya tanpa alasan, program yang dijalankan hingga akhir 2023 nanti ini akan memberdayakan masyarakat (pelatihan dan pendampingan).

Anas mengatakan bahwa program penanganan sampah semata, namun memberikan dampak bagi aspek-aspek lainnya, “Semoga program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara agar dapat berjalan dengan efektif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brantas abipraya BUMN
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top