Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dolar AS Naik Tipis, Investor Masih Tunggu Pengumuman Suku Bunga The Fed Pekan Depan

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik tipis 0,1 persen pada Selasa (6/12/2022).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  06:07 WIB
Dolar AS Naik Tipis, Investor Masih Tunggu Pengumuman Suku Bunga The Fed Pekan Depan
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Posisi dolar AS hampir tidak berubah terhadap mata uang euro dan yen pada akhir perdagangan Selasa (06/12/2022), setelah kenaikan kuat sehari sebelumnya, terdampak investor yang mengantisipasi kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan diumumkan minggu depan oleh Federal Reserve AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tetap naik sekitar 10 persen sejauh tahun ini. Indeks terakhir naik tipis 0,1 persen pada Selasa (6/12/2022).

Euro stagnan terhadap dolar tetap pada posisi 1,0492 dolar, sementara dolar turun 0,1 persen terhadap yen Jepang.

Dolar Australia turun tipis sebesar 0,1 persen menjadi 0,6690 dolar AS terhadap , setelah sempat naik di awal sesi perdagangan di tengah bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga untuk kedelapan kalinya dalam beberapa bulan.

Aussie telah meningkat di awal karena RBA mengatakan tidak pada jalur yang telah ditetapkan untuk memperketat kebijakan tetapi ditengah inflasi yang masih tinggi.

Selanjutnya dolar AS naik 0,6 persen terhadap dolar Kanada menjelang keputusan suku bunga bank sentral Kanada (BoC) pada Rabu. Pedagang memperkirakan peluang 73,3 persen pengurangan 25 basis poin dari kenaikan suku bunga BoC, meskipun sebagian besar ekonom yang disurvei mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin.

Data Senin (5/12/2022) menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November mendorong spekulasi Fed akan menaikkan suku bunga lebih besar dari yang diproyeksikan baru-baru ini. Pedagang saat ini memperkirakan kenaikan setengah poin dari Fed minggu depan dan mereka memproyeksikan suku bunga terminal sedikit di atas 5,0 persen pada Mei.

"Tidak banyak insentif baru," kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York. Mengutip Antara, Rabu (07/12/2022).

 "Ada banyak aksi harga kemarin, dan kami hanya mengkonsolidasikannya, dengan fokus besar pada pertemuan Fed minggu depan," sambungnya.

Sentimen investor tampaknya juga bergeser, katanya. "Sebelumnya, menurut saya orang-orang bersedia untuk membeli saat penurunan dolar, dan sekarang mereka tampaknya lebih antusias menjual dolar saat naik", ujarnya.

Pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Constantinos Herodotou mengatakan pada Selasa (6/12/2022) suku bunga akan naik lagi tetapi sekarang "sangat dekat" dengan tingkat netralnya.

Batas harga barat pada minyak mentah lintas laut Rusia, yang mulai berlaku pada Senin (5/12/2022), mungkin mulai menunjukkan dampaknya pada pasar energi, kata Francesco Pesole, ahli strategi valas di ING.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as federal reserve harga minyak mentah wti
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top