Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei BI: Inflasi Meningkat, Komoditas Ini Jadi Penyumbang Utama

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), laju inflasi pada minggu ke-empat November 2022 meningkat 0,18 persen mtm.
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pedagang menunjukkan telur di Jakarta, Minggu (31/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan perkembangan inflasi sejumlah harga komoditas meningkat pada minggu keempat November 2022. Dalam survei pemantauan harga, BI mencatat laju inflasi meningkat 0,18 persen dalam sebulan (month to month/mtm).

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono menjelaskan komoditas utama yang menjadi penyumbang laju inflasi pada minggu keempat November 2022, yakni telur ayam ras dan tomat.

"Komoditas utama penyumbang inflasi November 2022 sampai dengan minggu ke empat yaitu telur ayam ras dan tomat masing-masing sebesar 0,03 persen [mtm]," terang Erwin dikutip pada Minggu (27/11/2022).

Selain telur ayam ras dan tomat, lanjut Erwin, daging ayam ras, air kemasan, emas perhiasan, dan rokok kretek filter juga menyumbang laju inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen secara bulanan.

Lebih lanjut, komoditas lain yang juga mendorong laju inflasi pada minggu ke-IV November 2022 diantaranya tempe, jeruk, sawi hijau, tahu mentah, beras, dan minyak goreng masing-masing meningkat sebesar 0,01 persen (mtm).

Sedikit berbeda, cabai dan bawang putih justru menjadi sektor komoditas penyumbang deflasi pada periode November 2022.

Bila dirinci, cabai merah sebesar -0,09 persen (mtm), cabai rawit sebesar -0,03 persen (mtm), serta bawang putih dan angkutan udara masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm).

Hal tersebut juga selaras dalam laporan yang dibagikan oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional). Pada Jumat (25/11/2022), harga cabai merah turun ke level Rp24.350 dari angka tertingginya Rp29.550 per kilogram pada (18/11/2022).

Sementara harga bawang putih juga turun ke level Rp16.700 per kg pada Jumat (25/11/2022) atau turun 28 persen dari harga tertinggi pada (18/11/2022 senilai Rp23.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper