Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikhtiar Dharma Polimetal (DRMA) Masuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Dharma Polimetal (DRMA) merancang prototype kendaraan listrik roda tiga bermerek PowerAce.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 November 2022  |  14:42 WIB
Ikhtiar Dharma Polimetal (DRMA) Masuk Ekosistem Kendaraan Listrik
Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten manufaktur komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menyiapkan sejumlah langkah pengembangan bisnis ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso, DRMA bersiap mengantisipasi tren kendaraan listrik di masa mendatang. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mengembangkan populasi kendaraan listrik sebesar 3 juta unit pada 2025 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan emiten Grup Triputra ini adalah merancang prototype kendaraan listrik roda tiga bermerek PowerAce. Irianto mengatakan, PowerAce dipasarkan kepada para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya.

“Kendaraan ini rencananya akan diluncurkan pada tahun 2023. Kami juga sudah bekerja sama untuk membuka dealer di seluruh Indonesia, sampai saat ini sudah ada 29 dealer,” jelasnya dalam paparan publik perusahaan, Jumat (25/11/2022).

Selain itu, perseroan juga berinvestasi pada mesin-mesin baru untuk produk eksisting. Irianto mengatakan, penambahan mesin-mesin tersebut perlu dilakukan untuk menunjang pembuatan body dan chassis part untuk kendaraan listrik.

Irianto memaparkan sejumlah perbedaan komponen kendaraan listrik dengan kendaraan teknologi Internal Combustion Engine (ICE), salah satunya adalah bobot yang lebih ringan. Ia mengatakan, badan dari mobil listrik harus lebih ringan dibandingkan kendaraan konvensional untuk mengkompensasi berat baterai.

Untuk itu, pabrik–pabrik perusahaan perlu memiliki mesin yang dapat menyiapkan komponen baja dengan kekuatan tarik (tensile strength) lebih tinggi dibandingkan baja untuk kendaraan konvensional.

“Biasanya kendaraan listrik menggunakan baja tipis dengan kekuatan tarik yang lebih besar. Sehingga, body kendaraan pun akan lebih ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut, DRMA juga akan mengembangkan battery pack dan battery management system. Irianto mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas kemungkinan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk pengembangan sektor ini.

Selain fasilitas pendukung pabrik, DRMA juga bersiap untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu sektor yang akan dikembangkan perusahaan adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station.

Irianto menjelaskan, DRMA berniat untuk membangun SPKLU baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Selain itu, fasilitas seperti battery swapping station juga akan dikembangkan perusahaan.

“Kami harus selalu antisipatif terhadap perkembangan industri yang digeluti. Melihat tren kendaraan listrik yang ke depan akan semakin cerah, DRMA akan berupaya menangkap peluang dengan melakukan berbagai persiapan investasi untuk pengembangan sektor kendaraan listrik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

triputra Dharma Polimetal Kendaraan Listrik
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top