Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ikhtiar Dharma Polimetal (DRMA) Masuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Dharma Polimetal (DRMA) merancang prototype kendaraan listrik roda tiga bermerek PowerAce.
Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Suselo Jati
Pekerja menyelesaikan pembuatan komponen otomotif di pabrik PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten manufaktur komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) telah menyiapkan sejumlah langkah pengembangan bisnis ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso, DRMA bersiap mengantisipasi tren kendaraan listrik di masa mendatang. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mengembangkan populasi kendaraan listrik sebesar 3 juta unit pada 2025 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan emiten Grup Triputra ini adalah merancang prototype kendaraan listrik roda tiga bermerek PowerAce. Irianto mengatakan, PowerAce dipasarkan kepada para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnisnya.

“Kendaraan ini rencananya akan diluncurkan pada tahun 2023. Kami juga sudah bekerja sama untuk membuka dealer di seluruh Indonesia, sampai saat ini sudah ada 29 dealer,” jelasnya dalam paparan publik perusahaan, Jumat (25/11/2022).

Selain itu, perseroan juga berinvestasi pada mesin-mesin baru untuk produk eksisting. Irianto mengatakan, penambahan mesin-mesin tersebut perlu dilakukan untuk menunjang pembuatan body dan chassis part untuk kendaraan listrik.

Irianto memaparkan sejumlah perbedaan komponen kendaraan listrik dengan kendaraan teknologi Internal Combustion Engine (ICE), salah satunya adalah bobot yang lebih ringan. Ia mengatakan, badan dari mobil listrik harus lebih ringan dibandingkan kendaraan konvensional untuk mengkompensasi berat baterai.

Untuk itu, pabrik–pabrik perusahaan perlu memiliki mesin yang dapat menyiapkan komponen baja dengan kekuatan tarik (tensile strength) lebih tinggi dibandingkan baja untuk kendaraan konvensional.

“Biasanya kendaraan listrik menggunakan baja tipis dengan kekuatan tarik yang lebih besar. Sehingga, body kendaraan pun akan lebih ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut, DRMA juga akan mengembangkan battery pack dan battery management system. Irianto mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas kemungkinan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk pengembangan sektor ini.

Selain fasilitas pendukung pabrik, DRMA juga bersiap untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu sektor yang akan dikembangkan perusahaan adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station.

Irianto menjelaskan, DRMA berniat untuk membangun SPKLU baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Selain itu, fasilitas seperti battery swapping station juga akan dikembangkan perusahaan.

“Kami harus selalu antisipatif terhadap perkembangan industri yang digeluti. Melihat tren kendaraan listrik yang ke depan akan semakin cerah, DRMA akan berupaya menangkap peluang dengan melakukan berbagai persiapan investasi untuk pengembangan sektor kendaraan listrik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper