Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sengatan EV Kendaraan Listrik ke Emiten TP Rachmat DRMA
Lihat Foto
Premium

Sengatan EV Kendaraan Listrik ke Emiten TP Rachmat DRMA

Seiring naik daunnya EV atau kendaraan listrik usai terbitnya Inpres soal kendaraan dinas pejabat, prospek Dharma Polimetal diproyeksi ikut terpoles.
Reni Lestari & Iim Fathimah Timorria
Reni Lestari & Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com
23 September 2022 | 10:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Instruksi Presiden Joko Widodo soal penggunaan mobil setrum untuk para pejabat pemerintah berdinas, bakal membuat bisnis kendaraan listrik sejumlah korporasi makin menderu. Bagaimana dengan emiten komponen otomotif besutan crazy rich TP Rachmat PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA)?

Seperti diketahui, arahan tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No.7/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang berlaku mulai Selasa (13/9/2022).

DRMA di bawah Grup Triputra tengah mengembangkan statsiun pengisian baterai kendaraan listrik dan mencanangkan lokalisasi komponen EV.

Tak berhenti sampai di situ, DRMA juga tengah mengembangkan kendaraan roda tiga dan sepeda berbasis listrik. Tak ketinggalan pula, produksi kabel yang mendukung mesin kendaraan listrik melalui dua anak perusahaannya, Dharma Electrindo Manufacturing dan Dharma Kyungshin Indonesia. Dharma Kyungshin Indonesia merupakan perusahaan patungan antara DRMA dengan Kyungshin Corp dari Korea Selatan.

Di Negeri Ginseng, Kyungshin merupakan pemasok utama kabel untuk merek-merek seperti Hyundai dan Kia, baik untuk mobil berbasis Internal Combustion Engine (ICE) maupun EV.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso pada awal tahun ini mengatakan sejumlah upaya tersebut disiapkan untuk menghadapi era elektrifikasi kendaraan yang bakal menggulung industri komponen otomotif. Berkenaan dengan hal tersebut, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memproyeksikan setengah dari 195 pabrikan komponen otomotif akan terdampak peralihan menuju kendaraan berbasis listrik.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top