Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berpeluang Naik, IHSG Siap Uji Level 7.250 Hari Ini

IHSH berpotensi naik. Kenaikan tercermin dari IHSG yang masih dalam pola konsolidasi, yakni dari candle inside day dan penutupan di bawah 5 Day MA.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 November 2022  |  08:26 WIB
Berpeluang Naik, IHSG Siap Uji Level 7.250 Hari Ini
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Kamis (24/11/2022). Potensi kenaikan tercermin dari IHSG yang masih dalam pola konsolidasi, yakni dari candle inside day dan penutupan di bawah 5 Day MA.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar menjelaskan, IHSG masih berada dalam trend bullish selama di atas 6.995. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan bullish, stochastic netral, di atas support 6.980, candle inside day.

Andri menilai, jika IHSG bisa ditutup harian di atas 6.980, IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091, 7.135, 7.250. Namun, jika gagal  IHSG rawan menuju 6.958, 6.894.

”Level resistance pada perdagangan hari ini di  7.062, 7.088, 7.135, 7.178 dengan support 7.036, 6.962, 6.917, 6.867. Perkiraan range IHSG hari ini ada di rentang 7.000 - 7.110,” jelas Andri.

Sementara itu, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, sebagian besar indeks bursa regional Asia Pasifik mengalami kenaikan mengikuti pergerakan bursa AS pada malam sebelumnya.

Selandia Baru menaikkan suku bunga sebesar 75 basis points (bps) menjadi 4,25 persen, kenaikan tertinggi sepanjang sejarah yang sesuai ekspektasi. Singapura melaporkan inflasi sebesar 6,7 persen year-on-year (YoY) pada Oktober 2022, di bawah perkiraan. Korea Selatan akan menetapkan suku bunga hari ini.

Dari AS, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,28 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 0,59 persen. Sementara itu, indeks Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 0,99 persen. Dalam risalah pertemuan Federal Reserve, lembaga tersebut memberikan sinyal kenaikan suku bunga yang lebih rendah dalam beberapa bulan yang akan datang karena  meredanya inflasi.

 

Berikut rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini:

1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Resistance : Rp10.300, Rp10.400, Rp10.500, Rp10.600.

Support: Rp10.100 Rp10.025, Rp9.950, Rp9.850.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp10.300, Rp10.425. Stop loss di bawah Rp9.950.

2. PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Resistance : Rp4.010, Rp4.080, Rp4.120, Rp4.200.

Support: Rp3.940, Rp3.880, Rp3.800, Rp3.720.

Rekomendasi: BUY Rp3.930- Rp3.960,  target Rp4.010, Rp4.080. Stop loss di bawah Rp3.850.

3. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Resistance : Rp29.950, Rp30.925, Rp31.575, Rp32.400.

Support: Rp29.250, Rp28.950, Rp28.125, Rp27.100.

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp29.650, target Rp30.250, Rp30.950. Stop loss di bawah Rp28.600.

4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Resistace : Rp7.250, Rp7.350, Rp7.475, Rp7.700.

Support: Rp7.100, Rp7.000, Rp6.925, Rp6.875.

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp7.200, target Rp7.450, Rp7.575. Stop loss di bawah Rp6.900.

5. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Resistance : Rp925, Rp940, Rp960, Rp1.010.

Support: Rp905, Rp890, Rp865, Rp820.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp920, Rp930. Stop loss di bawah Rp865.

6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Resistance : Rp5.775, Rp5.850, Rp5.925, Rp6.050.

Support: Rp5.675, Rp5.600, Rp5.525, Rp5.400.

Rekomendasi: BUY di atas Rp5.725, target Rp5.800, Rp5.850. Stop loss di bawah Rp5.600.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa as bmri tlkm inco
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top