Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Tersengat Lockdown Covid-19 di China

Harga emas acuan global hari ini berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support US$1.733 per troy ounce.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 23 November 2022  |  15:23 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Tersengat Lockdown Covid-19 di China
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas acuan global hari ini berpeluang menguat di tengah sentimen suku bunga Federal Reserve dan lonjakan Covid-19 di China.

Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan, harga emas berpeluang bergerak naik di perdagangan Asia hari ini di tengah outlook melemahnya dolar AS dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS lantaran prospek akan mengecilnya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

"Namun, yang perlu diwaspadai investor adalah memburuknya kasus Covid di Tiongkok yang dapat memicu permintaan aset safe haven yang likuid seperti dolar AS,” tulis Monex dalam risetnya Rabu (23/11/2022).

Monex memprediksi harga emas berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support US$1.733 per troy ounce, karena berpotensi bergerak naik membidik resistance terdekat di US$1.747 per troy ounce.

Kendati demikian, jika harga emas bergerak turun hingga menembus ke bawah level US$1.733, maka emas berpeluang dijual karena berpotensi turun lebih lanjut menguji support US$1.725 per troy ounce.

Mengutip Bloomberg, Rabu (23/11/2022), dalam beberapa hari terakhir, pejabat The Fed secara luas mempertahankan sikap teguh mereka untuk melawan inflasi. Namun Presiden Fed San Francisco Mary Daly juga mengatakan bahwa para pejabat perlu memperhatikan kelambatan dalam transmisi perubahan kebijakan.

Pada bagian lain, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan dia terbuka untuk memoderasi ukuran kenaikan suku bunga. Pada Selasa, Survei Manufaktur Fed Richmond sedikit di bawah ekspektasi, dengan data yang mengonfirmasi narasi puncak inflasi

Adapun pembatasan pengendalian Covid di China masih membebani investor. Shutdown dapat berdampak negatif pada dinamika rantai pasokan dan mungkin memperburuk masalah inflasi di seluruh ekonomi. Pembatasan ini sekarang berdampak pada seperlima ekonomi China.

Untuk mencermati dinamika pergerakan harga emas, mari saksikan secara live di sini.

15:18 WIB

Emas Comex dan spot kompak naik

Harga emas spot berbalik menguat 0,17 persen atau 2,96 poin ke US$1.743,21 per troy ounce pada 15.15 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Februari 2023 naik 0,22 persen atau 3,90 poin ke US$1.758,70 per troy ounce. 

14:14 WIB

Emas spot turun 0,06 persen

Harga emas spot melemah 0,06 persen atau 1,12 poin ke US$1.739,13 per troy ounce pada 14.13 WIB.

Sementara itu, emas Comex turun 0,08 persen atau 1,40 poin ke US$1.753,40 per troy ounce. 

12:12 WIB

Emas Comex turun 0,29 persen

Emas spot melemah 0,32 persen atau 5,49 poin ke US$1.734,76 per troy ounce pada 12.08 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Februari 2023 turun 0,29 persen atau 5,10 poin ke US$1.749,70 per troy ounce. 

11:11 WIB

Emas spot dan Comex kompak turun

Harga emas spot melemah 0,32 persen atau 5,58 poin ke US$1.734,67 per troy ounce pada 11.07 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Februari 2023 turun 0,17 persen atau 2,90 poin ke US$1.751,90 per troy ounce. 

10:06 WIB

Emas Comex naik 0,08 persen

Harga emas spot cendeurng stagnan 0,00 persen di level US$1.740,29 per troy ounce. 

Adapun emas Comex kontrak Februari 2023 naik 0,08 persen atau 1,40 poin ke US$1.756,20 per troy ounce. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga emas comex Harga Emas Hari Ini logam mulia federal reserve china
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top