Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Induk Shopee Membaik, Imbas Efisiensi dan PHK Massal

Rugi bersih Sea Ltd mencapai US$569 juta pada kuartal III/2022, cenderung flat dari tahun sebelumnya. Namun mengalami perbaikan 38,9 persen secara kuartalan.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 16 November 2022  |  10:45 WIB
Kinerja Induk Shopee Membaik, Imbas Efisiensi dan PHK Massal
Salah satu kantor milik e-commerce Shopee - India Times
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Strategi efisiensi induk Shopee dan Garena, Sea Ltd. mulai membuahkan hasil. Hal ini tercermin dari jumlah rugi perseroan pada kuartal III/2022, yang ternyata lebih kecil dibandingkan perkiraan analis.

Laporan kinerja kuartal III/2022 Sea Ltd yang membaik direspons oleh investor. Saham perseroan yang tercatat di Bursa Efek New York melejit 36,05 persen ke posisi US$62,31 pada akhir penutupan perdagangan Selasa (15/11/2022) waktu setempat.

Valuasi pasar Sea naik menjadi US$35 miliar setelah laporan tersebut dirilis, menambahkan US$9 miliar dalam satu hari. Posisis itu masih jauh di bawah valuasi puncaknya lebih dari US$200 miliar tahun lalu.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/11/2022), Sea Ltd. mencatat kerugian yang disesuaikan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi melebar menjadi US$357,7 juta dari US$165,5 juta, dibanding periode sama tahun lalu. Rata-rata para analis sebelumnya memperkirakan kerugian kuartal III/2022 Sea berada di level US$457,4 juta.

Adapun rugi bersih Sea Ltd mencapai US$569 juta pada kuartal III/2022, cenderung flat dari tahun sebelumnya. Namun mengalami perbaikan 38,9 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). 

Sea Ltd bersama perusahaan teknologi lain di Asia Tenggara seperti Grab Holdings Ltd. dan GoTo Group, yang semuanya merugi, telah mengalami penurunan harga saham tahun ini saat mereka menghadapi perlambatan ekonomi, kenaikan suku bunga, dan percepatan inflasi.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi internet Asia Tenggara menunjukkan bahwa pasar digital yang sedang berkembang pun tidak kebal terhadap hambatan ekonomi.

Berdasarkan sumber Bloomberg, sebagai strategi menghadapi pasar yang lebih menantang, Sea telah memangkas sekitar 7.000 pekerjaan, atau kira-kira 10 persen dari tenaga kerjanya, dalam enam bulan terakhir, Ini juga tersemasuk menutup operasi di India dan beberapa pasar Eropa dan Amerika Latin dalam upaya memangkas biaya dan mencapai arus kas positif.

“Pengurangan jumlah karyawan adalah ‘latihan’ yang sedang berlangsung, kata Chief Corporate Officer Yanjun Wang pada panggilan konferensi, menandakan lebih banyak pemotongan mungkin sedang dilakukan.

Sea, perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara, memangkas target setahun penuh untuk pemesanan pada bisnis hiburan digital Garena menjadi antara USS$2,6 miliar dan $2,8 miliar dari panduan sebelumnya sebesar US$2,9 miliar menjadi US$3,1 miliar, ditetapkan sebagai penurunan tahunan pertama yang pernah ada.

Sea tidak memberikan panduan keuangan untuk tahun 2023, tetapi menambahkan perseroan bekerja menuju titik impas Ebitda yang disesuaikan untuk bisnis e-commerce Shopee pada akhir tahun depan.

Adapun total pendapatan naik Sea naik 17 persen secara tahunan menjadi US$3,2 miliar pada kuartal III/2022. Pendapatan dari Garena anjlok 19 persen menjadi US$893 juta, penurunan terbesar secara tahunan, yang mencerminkan memudarnya popularitas game mobile hit Free Fire. Sementara itu, penjualan di Shopee naik 32 persen secara tahunan menjadi US$1,9 miliar hingga kuartal III/2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sea Ltd. shopee Garena e-commerce

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top