Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Selamat Tinggal Level 7.000, di Hari Pahlawan IHSG Memerah

IHSG ditutup melemah di posisi 6956,22 turun 1,46 persen atau 103,25 poin pada penutupan perdagangan hari ini yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di posisi 6956,22 turun 1,46 persen atau 103,25 poin pada penutupan perdagangan hari ini yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah di posisi 6956,22 tertekan 420 saham yang jatuh, 241 saham stagnan dan hanya 134 saham yang meningkat. Kapitalisasi pasar juga tercatat sebesar 9372,880 trilun.

Pada penutupan perdagangan hari ini terpantau saham INDY, WIRG, ARII, KDTN, dan MEDC paling jatuh. INDY jatuh 6,97 persen ke posisi Rp2.670, WIRG turun 6,92 persen di posisi Rp242, dan ARII turun 6,90 pada level Rp270. Sedangkan saham baru KDTN turun 6,88 persen ke posisi Rp176 dan MEDC turun 6,87 persen dan parkir di level Rp1.085.

Lain hal dengan lima saham yang paling cuan hari ini yaitu, BSBK terbang ke posisi Rp242 atau nai 32,97 persen, UANG naik 24,78 persen ke posisi Rp705 dan AMIN naik 19,42 persen ke posisi Rp166. Kemudian ada KJEN yang parkir di level Rp202 naik 14,77 persen dan KRYA naik 11,22 persen di posisi Rp436.

Sebelumnya analis pasar modal Teguh Hidayat mengatakan jika IHSG yang melemah tersebut disebabkan olh setidaknya dua faktor yaitu tertekan saham emiten batu bara dan juga emiten yang baru melantai di Bursa.

“Saham yang baru IPO terlalu banyak, dan tidak ada satupun yang cukup menarik yang cukup promosinya, sehingga begitu listing dia langsung turun, jadi bukannya bikin IHSG naik tapi malah bikin IHSG terseret turun,” katanya.

 Sedangkan saham emiten batu bara yang merosot disebabkan karena harga batu bara di pasar global yang tengah menurun serta pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaitiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan mengenai pensiun dini PLTU batu bara pada perhelatan G20 mendatang.

“Memang ada hubungannya dengan itu (pernyataan Luhut) sama harga batu bara juga lagi turun sekarang ini di paar internasional menjadi sekitar US$350 per ton,” imbuh Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper