Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab IHSG Anjlok 1 Persen Tinggalkan 7.000, Saham BBCA-BBRI dan Batu Bara Dilego

IHSG ambrol pada awal perdagangan hari ini seiring dengan aksi jual terhadap saham BCA, BRI, serta sejumlah saham batu bara.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (10/11/2022) di tengah aksi jual terhadap saham bank jumbo seperti BBCA dan BBRI, dan saham-saham batu bara.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka terkoreksi ke level 7.070,08. IHSG kemudian mencatatkan posisi terendahnya pada 6.999,20 beberapa saat setelah pembukaan, anjlok 1 persen.

Tercatat, 109 saham menguat, 200 saham melemah dan 217 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.412,92 triliun.

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) terpantau menjadi saham dengan koreksi terbesar sejauh ini setelah turun 6,80 persen ke Rp137

Saham lain yang terpantau terkoreksi adalah saham batu bara seperti PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turun 5,23 persen ke Rp2.720, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang melemah 4,35 persen ke level Rp40.100.

Di kalangan big cap, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,41 persen ke Rp8.750, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,72 persen ke Rp4.570.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi dalam riset hariannya menyebutkan IHSG terlihat melakukan rebound disertai volume untuk kembali menguji resistance garis MA50 sekaligus resistance minor sideways channel-nya.

Dia menyebutkan jika IHSG mampu breakout garis MA50, maka akan mengkonfirmasi berakhirnya fase minor sideways untuk melanjutkan fase intermediate bullish-nya.

“Namun jika belum mampu breakout resistance garis MA50 maka berpeluang untuk kembali melakukan koreksi dan menguji support garis MA100 sekaligus support minor sideways-nya,” kata Wafi dalam riset.

Dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.969 hingga 7.185 sepanjang perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper