Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Potensi Resesi, Investor Ritel Perlu Balik ke Strategi Konvensional?

Tantangan ekonomi ini membuat aktivitas investasi perlu kembali menggunakan cara-cara konvensional.
Ilustrasi token aset mata uang kripto/Freepik
Ilustrasi token aset mata uang kripto/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai lembaga memprediksi dan memberi peringatan akan kemungkinan terjadinya resesi yang diproyeksikan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi. Tantangan ekonomi ini membuat aktivitas investasi perlu kembali menggunakan cara-cara konvensional atau lama. 

Proyeksi tersebut juga mengacu kepada laporan World Economic Outlook: Countering The Cost of Living Crisis yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) pada 11 Oktober 2022. Data dari laporan ini menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini tidak berubah, yakni pada 3,2 persen.

Sementara tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipangkas menjadi 2,7 persen dari sebelumnya 2,9 persen. IMF melihat situasi 2023 merupakan profil pertumbuhan terlemah sejak 2001, kecuali masa pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global.

Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin mengungkapkan sebagai investor, para pelaku investasi harus selalu memahami berbagai faktor resiko yang bisa timbul baik dari sisi makro-ekonomi, fundamental project atau aset, dan keadaan teknikal pasar.

"Selain itu, di masa winter dan kemungkinan adanya resesi seperti saat ini, sangat penting juga untuk kita bisa lebih disiplin dalam mengatur keuangan dan menggunakan metode terstruktur seperti Dollar Cost Averaging [DCA] yang dapat membantu mengurangi risiko investasi dalam jangka panjang," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2022).

DCA atau rata-rata biaya dolar merupakan strategi investasi klasik yakni melakukan investasi reguler dan lebih kecil sepanjang tahun, bukan sekaligus. Dengan demikian, tidak peduli kondisi pasar sedang naik atau turun, sesuai waktunya investasi terus digulirkan dalam jangka waktu tertentu.

Strateginya melibatkan membagi total investasi Anda menjadi sedikit demi sedikit dan menginvestasikannya di pasar secara teratur.

“Dengan banyaknya faktor yang merujuk kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi muncul kekhawatiran masyarakat terhadap alokasi dana untuk investasi," ungkapnya.

Bagi investor kripto di tengah kondisi saat ini bisa memilih investasi yang aman tetapi dapat memberikan imbal balik yang menjanjikan dengan memanfaatkan fitur staking dan earn yang telah tersedia di berbagai aplikasi exchange kripto.

"Kedua fitur ini memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk dapat memaksimalkan aset kripto yang telah mereka miliki dengan mendapatkan imbalan sebesar 4 persen dengan membeli aset stablecoin dan menaruhnya di Pintu Earn,” ujar Timo.

Investor lanjutnya, perlu lebih cermat menyimpan dan mengembangkan aset di tengah kondisi seperti saat ini. Selain itu, investor perlu juga mengedukasi diri dan mengetahui profil risiko investor seperti apa yang diinginkan, sehingga dapat menjadi bekal agar menjadi investor yang bijak dan bertanggung jawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper