Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Alasan IHSG Menguat Usai Keputusan Suku Bunga BI Naik Jadi 4,75 Persen

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dinilai menciptakan stabilitas. Hal tersebut direspons positif oleh pelaku pasar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  21:07 WIB
Ini Alasan IHSG Menguat Usai Keputusan Suku Bunga BI Naik Jadi 4,75 Persen
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat usai pengumuman kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), investor dinilai menyukai kestabilan yang diberikan BI.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo menerangkan kenaikan suku bunga acuan secara teoritis dapat menurunkan investasi, daya beli konsumen dan pendapatan.

"Namun, ternyata pasar merespon positif, berarti volatilitas tak disukai pasar dan pasar suka stabilitas. Kenaikan suku bunga ciptakan stabilitas, pasar suka ini," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (20/10/2022).

Menurutnya, kenaikan suku bunga BI menjaga harga premium dibandingkan dengan The Fed. Bank Indonesia tidak bisa terus menerus intervensi pasar, pasar senang BI beradaptasi.

"Kenaikan suku bunga The Fed masih perhatian pelaku pasar, jadi tolak ukur, kita beradaptasi karena kita emerging market, tak bisa tutup mata kita fragile. Indonesia adaptasi stabilitas pasar, pasar nyaman memang suku bunga harus naik, capital outflow potensi semakin besar, rupiah semakin melemah," tambahnya.

IHSG tercatat menguat ke zona hijau mengakhiri perdagangan hari ini Kamis (20/10/2022) menyambut kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.01 WIB, IHSG mengakhiri perdagangan hari ini dengan menguat 1,7 persen atau 116,23 poin ke level 6.980,65. Indeks semakin naik setelah pengumuman kenaikan 50 basis poin suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pukul 14.00 WIB.

IHSG bergerak pada rentang 6.847,5-6.986,2. Kapitalisasi pasar meningkat ke posisi Rp9.282,95 triliun. Sebanyak 350 saham parkir di zona hijau, 196 saham melemah, dan 158 saham bergerak di tempat.

Saham-saham perbankan besar memimpin penguatan IHSG dengan kenaikan harga 4,49 persen atau 425 poin ke level 9.900 untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Selain itu, saham bank BBCA, BBNI, dan BBRI juga turut terdongkrak menyambut rezim suku bunga tinggi dengan kenaikan harga masing-masing 2,72 persen, 2,56 persen, 2,09 persen.

Di antara 10 besar big cap lain, saham TLKM, GOTO, dan EMTK juga turut menghijau sementara saham ARTO malah melemah 2,26 persen saat suku bunga naik.

Adapun, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kembali menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai Rp808,5 miliar. harga sahamnya juga melejit 6,59 persen ke harga 178.

Disusul saham-saham big cap yang diperdagangkan terbanyak seperti BBCA, TLKM, BBRI, dan PTBA masing-masing Rp773,5 miliar, Rp713,5 miliar, Rp651,7 miliar, dan Rp544 miliar.

Siang tadi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19 dan 20 Oktober 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4,00 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 5,50 persen.

"Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, preemptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke sasaran 2–4 persen lebih awal pada semester I/2023," ungkap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham prediksi ihsg penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top