Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mirae Asset Broker Paling Moncer Pekan Ini, Catat Transaksi Rp11,26 Triliun

Mirae Asset Sekuritas mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp11,26 triliun dari volume perdagangan sebesar 31.730 juta saham selama sepekan.
Lobby kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia/Dok.Perusahaan.
Lobby kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia/Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA – Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjadi broker saham dengan nilai transaksi tertinggi pada daftar perdagangan sepanjang pekan ini, 19 - 23 September 2022,

Berdasarkan data dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (24/9/2022), Mirae Asset mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp11,26 triliun dari volume perdagangan sebesar 31.730 juta saham. 

Menyusul berikutnya adalah UBS Sekuritas Indonesia dengan volume transaksi sebesar 8.282 juta dan mencatatkan gross value hingga Rp9,92 triliun. Kemudian, Maybank Sekuritas Indonesia mengekor di posisi ketiga dengan volume perdagangan 7.636 juta dengan nilai transaksi Rp8,29 triliun.

CGS-CIMB Sekuritas Indonesia menjadi broker termoncer keempat pada pekan ini dengan volume transaksi sebanyak 13.968 juta kali serta nilai transaksi sebanyak Rp6,77 triliun. JP Morgan Sekuritas Indonesia berada di posisi kelima dengan nilai transaksi Rp6,73 triliun dari volume transaksi 4.919 juta.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mencatatkan kinerja positif di tengah tren kenaikan suku bunga.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menjelaskan, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) justru memberi penyesuaian yield differential yang berpengaruh positif ke pasar modal.

“Jadi investor asing melihat arus kapital ke Indonesia masih menjanjikan, pasar global masih rentan namun IHSG koreksi kecil masih dekat ke 7.200,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (23/9/2022).

Dirinya memperkirakan, apabila ke depan The Fed masih tetap hawkish menaikkan suku bunga, maka pergerakan IHSG hingga Oktober 2022 bisa konsolidasi korektif, dan rebound pada November—Desember 2022 sehingga target 7.400 bisa tercapai.

“Jika melunak 7.500 sangat potensial tercapai sebelum 2022 berakhir, namun jika masih agresif level 7.500 setidaknya dicapai awal 2023,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper